Senin, 10 Desember 2018

Imlek Ditanya Kapan Menikah? Waspadai Dampak Psikologis Ini

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita jomblo. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita jomblo. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pertanyaan 'kapan menikah?' tak pernah absen dilontarkan dalam acara temu keluarga salah satunya perayaan Tahun Baru Imlek atau perayaan Hari Valentine. Apalagi bertepatan dengan Hari Valentine yang identik dengan hari kasih sayang bersama pasangan dan Imlek yang pasti dirayakan bersama keluarga besar.

    Pertanyaan 'Kapan Menikah?' adalah pertanyaan yang cukup ditakuti para jomlo. Pertanyaan itu sempat menginspirasi sutradara Ody C. Harahap membuat film berjudul Kapan Kawin? pada 2015. Film ini menceritakan Dinda, yang diperankan Adinia Wirasti, menyewa pacar bayaran bernama Satrio, diperankan Reza Rahadian, karena kesal kerap ditanya soal jodoh oleh orang tuanya. Baca: Apa Arti Tulisan Tangan Rapi Sri Mulyani? Simak Kata Grafolog

    Berkaca kepada film ini, apa sajakah dampak pertanyaan ini bagi para jomlo? Bagaimana pula menanggapi pertanyaan ini dengan bijak?

    Psikolog klinis dewasa dari Q Consulting, Rena Masri, mengatakan pertanyaan 'kapan menikah?' akan memunculkan reaksi positif dan negatif. Reaksi positif ditandai dengan sikap tak ambil pusing pihak yang ditanyai. Sedangkan, reaksi negatif biasanya ditandai dengan emosi seperti marah atau kesal. Jika terlalu sering menerima pertanyaan ini, bisa jadi beban pikiran buat jomlo dan berujung stres. "Akhirnya justru menimbulkan masalah baru, misalnya sampai mengurung diri atau tidak mau bertemu dengan keluarga," kata Rena. Baca: Peruntungan Karier di Tahun Anjing Tanah, Cek Shio Anda di Sini

    Salah satu reaksi yang ekstrem adalah kasus pembunuhan yang terjadi akhir Januari lalu di Garut. Pelaku mengaku membunuh tetangganya karena tersinggung ditanya 'kapan nikah?'. Menurut Rena, pelaku mungkin kesal karena sering diteror pertanyaan yang sama.

    "Atau bisa juga si pelaku punya stres lain misalnya kurang berhasil menjalin asmara dengan wanita. Jadi ketika ada pemicu kecil seperti pertanyaan ini, pelaku langsung bereaksi," kata Rena.

    TABLOID BINTANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kementerian Kominfo Memblokir Situs-Situs dengan Konten Radikal

    Kementerian Komunikasi dan Informasi telah memblokir 230 situs dan menghapus ribuan konten radikal dari berbagai platform.