Trik Memperkenalkan Teknologi pada Generasi Alfa , 2 Jam Saja

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak bermain gadget bersama orang tua. trymytutor.com

    Ilustrasi anak bermain gadget bersama orang tua. trymytutor.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Generasi baru setelah Y (milenial) dan Z, atau biasa disebut generasi alfa dinilai sebagai semakin lengket dengan gawai dan teknologi.

    Pendiri lembaga Tiga Generasi Noella Birowo mengatakan, generasi alfa merupakan generasi yang lahir pada 2010 ke atas. Salah satu ciri yang paling kentara adalah generasi alfa sangat akrab dengan teknologi. Kenapa?

    Baca:
    Video Viral Bu Dendy : Bagaimana Pria Saat Istrinya Selingkuh?
    Sylvester Stallone Masih Hidup, Ini 2 Rahasia Bugarnya
    Sudah Puas dengan Karier Sekarang? Simak 5 Tanda Ini

    Dia mengatakan anak generasi alfa sejak kecil sudah diperkenalkan dengan gawai, hal itulah yang membuat mereka semakin terbiasa atau bahkan bergantung dengan tekonologi.

    Sayangnya, generasi tersebut cenderung lebih mudah bosan, pasalnya dalam pemakaian gawai tersebut, anak tidak ditemani oleh orang tua. Sehingga komunikasi yang terjadi hanya satu arah.

    "Dalam beberapa kasus, gawai dapat berperan sebagai 'baby sitter' karena para orangtua memberikan tanpa pendampingan," katanya menuturkan.

    Menurutnya, alangkah lebih baik anak diperkenalkan dengan gawai baik itu ponsel, tablet, ataupun televisi setelah usia 2 tahun. "Sehari maksimal 30 menit. Jika kurang dari itu juga tak ada masalah," katanya.

    Selain memilihkan materi yang boleh ditonton anak, orangtua juga perlu selalu mendampingi anak saat bermain gawai. Misalnya membuka aplikasi menggambar dan ikut mewarnai dengan jari, ikut berdansa saat nonton video atau menebak warna, bentuk hingga suara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.