Punya Anak Remaja? Waspada dengan Kanker yang Satu Ini

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi remaja sedih atau galau. Pxhere.com

    Ilustrasi remaja sedih atau galau. Pxhere.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kanker Tulang merupakan satu dari enam kanker yang sering menyerang pada anak-anak di Indonesia, selain Leukimia, Retinoblastoma, Neuroblastoma, Limfoma Malignum dan Karsinoma Nasofaring.

    Saking berbahayanya, dr. Abdul Kadir, Direktur Utama Rumah Sakit Dharmais bahkan menyebut kanker tulang pada anak adalah sebuah "keganasan" yang timbul di tulang.

    "Jenis-jenis keganasan pada tulang ini adalah Kondrosarkoma dan Sarcoma Ewing," ungkapnya, belum lama ini.

    Baca juga:
    Multitasking Lebih Berbahaya dari Ganja ? Cek Penelitiannya
    Heboh Rock Melon: Waspada Bakteri Listeria di 5 Makanan Ini

    Dia menjelaskan, Kondrosarkoma adalah keganasan yang berasal dari seI tulang rawan, sedangkan Sarcoma Ewing merupakan jenis yang tumbuh dari tulang dan dapat juga dari jaringan ikat sekitar tulang.

    "Sering terjadi pada anak menjelang remaja atau di atas 10 tahun," sambungnya.

    Karena sangat berbahaya, dia meminta kepada orang tua atau pihak keluarga yang anaknya memiliki gejala penyakit ini untuk segera membawanya ke dokter atau fasilitas kesehatan lain.

    Penyakit ini membuat penderitanya merasa nyeri tulang dan lebih terasa pada malam hari atau setelah beraktivitas. Kemudian mengalami pembengkakan, kemerahan dan terasa hangat pada daerah nyeri tulang.

    Selanjutnya, terjadi patah tulang setelah aktivitas rutin, bahkan tanpa trauma, gerakan terbatas pada bagian yang terkena kanker serta nyeri bagian punggung yang menetap.

    "Gejala lain adalah demam, cepat lelah, berat badan turun dan pucat."

    Pada lokasi kanker, lanjutnya, dapat ditemukan lingkar pembengkakan pada alat gerak yang terkena lebih besar dibandingkan dengan yang normal. Untuk itu, harus diukur lingkar pembengkakannya pada lokasi yang sama.

    "Perlu diperhatikan bahwa setiap ada perbedaan lingkar pembengkakan, bila disertai rasa nyeri harus dicurigai osteosarkoma."

    Baca: Ada 12 Kisah Perempuan di Google Doodle Hari Ini

    Adapun gejala berikutnya yakni massa/benjolan teraba lebih hangat disertai peningkatan vaskularisasi di kulit dan kadang dapat diraba pulsasi pada massa tersebut penurunan sudut gerak sendi yang terkena.

    Begitu juga pembesaran kelenjar getah bening secara lokal serta sesak napas akan ditemukan bila sudah menyebar ke paru.

    Menurut dr. Abdul Kadir, kanker jenis ini sering ditemukan pada tulang paha (42 persen), tulang kering (19 persen), tulang lengan atas (10 persen, tulang rahang bawah atau kepala (8 persen) dan tulang panggul (8 persen).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.