Berapa Penghasilan di Dunia Komedi ? Untuk Sendiri? Lebih

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seniman memakai topeng badut tradisional Jepang berbaris dalam Festival Konpira Pertama di Kuil Kotohiragu, Tokyo, 10 Januari 2018. Tempat suci tersebut didedikasikan untuk pelaut dan pelaut. AP

    Seniman memakai topeng badut tradisional Jepang berbaris dalam Festival Konpira Pertama di Kuil Kotohiragu, Tokyo, 10 Januari 2018. Tempat suci tersebut didedikasikan untuk pelaut dan pelaut. AP

    TEMPO.CO, Jakarta - Komika seperti Coki Pardede, Gilang Bhaskara dan Muslim, blak-blakan soal penghasilan yang mereka terima dari dunia komedi. Menurut mereka, penghasilan cukup untuk memenuhi kehidupan diri sendiri.

    "Untuk menjawab pertanyaan itu, kalau cuma sendiri belum berkeluarga cuma untuk jajan-jajan cukup. Tapi kalau punya anak, punya istri, ada mertua, ah sulit. Tapi kalau cuma untuk sendiri jajan-jajan, nonton, makan, lebih sih," aku Coki Pardede di Kuningan City, Jakarta Selatan, Kamis 18 Maret 2018.

    Baca juga:
    Trik Mengusir Jemu: Belajar dari Jepang, Intip 3 Kuncinya
    Kisah Istilah Kopi : Ada yang Akibat 'Dinodai' Setitik Susu

    Penghasilan para komika belum terlalu besar karena komedi di Indonesia belum mendapat penghargaan seperti yang seharusnya. Coki mengatakan, seharusnya show para komika dan konser musik kedudukannya sejajar. Tiket show dua profesi tersebut seharusnya sama atau mirip.

    Bahkan dikatakannya, proses kreatif komika jauh lebih berat dibandingkan dengan musisi. Tanggung jawab sosialnya juga lebih berat. Jika tidak berhati-hati dalam membawakan materi, bisa berujung pada pidana. Misalnya seperti yang dialami Joshua Suherman.

    "Materi komedi yang sama maksimal dibawakan cuma 2 kali. Kalau lebih dari itu orang-orang pasti protes. Sementara penyanyi lagunya berkali-kali dibawain enggak ada yang protes," paparnya.

    "Jadi komik itu harus selalu membawakan materi yang baru. Belum lagi mau dilaporkan ke polisi jika dianggap menyinggung," sambung Coki Pardede. Baca: Mengapa Wanita Suka Pemain Bola? Cek Risetnya

    "Padahal itu kan sangat relatif ya. Kita bilang Bekasi jauh bisa aja ada yang tersinggung. Kami memang tidak bisa memuaskan semua orang," timpal Gilang.

    TABLOIDBINTANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.