Minggu, 24 Juni 2018

Agar Kain Tradisional Sebagai Budaya Tidak Punah, Lakukan Ini

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Batik Besurek di Pameran 33 Kain Nusantara di Alun Alun Grand Indonesia, Jakarta, 8 November 2017. Tempo/Astari Pinasthika Sarosa

    Batik Besurek di Pameran 33 Kain Nusantara di Alun Alun Grand Indonesia, Jakarta, 8 November 2017. Tempo/Astari Pinasthika Sarosa

    TEMPO.CO, Jakarta - Beberapa kain tradisional sebagai budaya khas Indonesia terancam punah keberadaannya. Bahkan ada pula beberapa motif kain batik yang juga akan hilang dimakan zaman.

    Umumnya, budaya kain tradisional mulai dilupakan keberadaannya karena minimnya minat pengrajin maupun masyarakat Indonesia terhadap kain-kain Indonesia yang beragam. Padahal, kain batik adalah salah satu ciri khas kebudayaan Indonesia yang terkenal sampai mancanegara. Contoh kain yang hampir punah adalah batik maos dari Cilacap dan batik nitik dari Yogyakarta. Baca: 7 Fakta tentang Kendall Jenner , Menderita Disleksia?

    Untuk melestarikan kain-kain tradisional Indonesia, Komunitas Cinta Berkain Indonesia (KCB Indonesia) menggelar acara bertajuk “Peringatan HUT ke-4 Komunitas Cinta Berkain Indonesia: Melangkah Bersama - Melestarikan Budaya Bangsa” di Menara Mandiri, Jakarta, pada tanggal 9 Maret 2018 lalu. Dalam acara bernuansa Betawi tersebut, KCB mengadakan peragaan busana berbahan kain tradisional, bazaar produk kain, dan kegiatan lainnya.

    Menurut penjelasan Humas KCB Indonesia, Alida Rosita, tujuan kegiatan peringatan ini adalah untuk meningkatkan rasa kebersamaan, persatuan, dan kesatuan antara anggota KCB serta melestarikan warisan budaya bangsa Indonesia, yaitu berkain tradisional kedaerahan.

    Selain itu, Ketua Umum KCB Indonesia, Sita Hanimastuty Agustanzil mengimbau para anggota untuk terus menjaga warisan budaya, mengajak masyarakat untuk mencintai produk kain Indonesia, serta mengedukasi pengrajin kain tradisional untuk terus meningkatkan kualitas produksi, baik dari bahan dan kreativitas desain yang dapat dipersaingkan. KCB juga berharap pemerintah dapat mencanangkan ide hari nasional busana berkain tradisional kedaerahan Nusantara untuk kegiatan keseharian. Baca: Semakin Marak, Waspadai Kesalahan Suntik Filler dan Tarik Benang

    Komunitas Cinta Berkain Indonesia (KCB Indonesia) adalah perkumpulan masyarakat perempuan yang peduli terhadap pelestarian budaya busana kain tradisional warisan leluhur. Tujuan didirikannya komunitas ini adalah untuk meneguhkan jati diri perempuan Indonesia, mencegah dominasi budaya asing, serta menjadikan busana kain tradisional Nusantara sebagai busana keseharian perempuan Indonesia.

    Sejauh ini, program-program yang sudah dijalankan oleh KCB Indonesia adalah Pesta Budaya, Apresiasi Seni budaya, Pelatihan dan Pembinaan bagi para anggota KCBI sebanyak 3 kali dalam setahun, talkshow, peragaan busana kain daerah, serta mengisi berbagai acara untuk menyebarkan kebiasaan memakai kain Indonesia.

    MAGNULIA SEMIAVANDA HANINDITA


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Pelatih Paling Mahal di Piala Dunia 2018

    Ini perkiraan jumlah gaji tahunan para pelatih tim yang lolos Piala Dunia 2018.