Minggu, 24 Juni 2018

Honor DJ di Luar Jakarta Lebih Mahal, Karier Lebih Baik?

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Varra Selvarra belajar menjadi DJ sejak 2011 dari seorang kawannya yang berprofesi sebagai DJ di Bali. Ia merambah profesi DJ didorong keinginannya memiliki keahlian lain di luar modeling. Kisaran bayarannya untuk manggung di luar kota adalah Rp 10-20 juta. Sedangkan bayaran di Jakarta berkisar Rp 3-7 juta. Dok Pribadi

    Varra Selvarra belajar menjadi DJ sejak 2011 dari seorang kawannya yang berprofesi sebagai DJ di Bali. Ia merambah profesi DJ didorong keinginannya memiliki keahlian lain di luar modeling. Kisaran bayarannya untuk manggung di luar kota adalah Rp 10-20 juta. Sedangkan bayaran di Jakarta berkisar Rp 3-7 juta. Dok Pribadi

    TEMPO.CO, Jakarta – Saat ini, mantan model majalah dewasa, Varra Selvarra, 24 tahun, lebih mendalami karier sebagai disc jockey. Varra sering pentas sebagai DJ di Samarinda. Ia biasa terbang ke sana tiap tiga bulan sekali karena memiliki penggemar tetap di Samarinda, dan pernah menjadi resident DJ di Balikpapan. "Jaraknya kan cuma 1,5 jam naik mobil," kata Varra kepada Tempo saat ditemui di Green Lake City, Jakarta Barat, Rabu lalu.

    Varra belajar menjadi DJ sejak 2011 dari seorang kawannya yang berprofesi sebagai DJ di Bali. Ia belajar selama satu bulan. Dan ketika ingin belajar lebih lanjut, datanglah tawaran menjadi resident DJ di Kendari selama tiga bulan, yang segera disambarnya. Selanjutnya, ia pernah menjadi resident DJ di Makassar, Balikpapan, dan Jakarta.

     Baca: Kisruh Deddy Corbuzier-Chika Jessica, Tips untuk Orang Tua Tiri

    Sejak 2012, ia memilih tinggal di Jakarta karena merasa kesempatan berkarier sebagai DJ di Ibu Kota lebih besar. Pada saat yang hampir bersamaan, Varra mendaftar dalam kompetisi model majalah FHM Indonesia. Selain di FHM, ia pernah tampil dalam majalah Popular. Ia berkarier sebagai model sejak 2010 di Bali.

    Varra mengungkapkan alasannya merambah profesi DJ didorong keinginannya memiliki keahlian lain di luar modeling. Alasan lainnya, dia melihat peluang menjadi DJ perempuan cukup besar. “Saat itu, DJ perempuan masih sedikit," kata dia.

    Saat ini, Varra mengimbuhkan, ia lebih condong bekerja sebagai DJ. Ia merasa bekerja sebagai DJ lebih menyenangkan dan membuatnya bisa menjadi diri sendiri. Sebaliknya, pekerjaan sebagai model terasa lebih melelahkan, seperti harus menggunakan make-up, berpose selama berjam-jam, dan mengikuti arahan fotografer.

    Varra mengungkapkan, dia menyukai naik panggung di luar kota karena bayaran yang diterimanya lebih besar dibanding di Jakarta. Terlebih persaingan DJ di Jakarta sudah cukup ketat, ditambah munculnya DJ-DJ baru yang memasang tarif murah. "Di daerah, mereka lebih cari kualitas, yang sudah ada nama."

    Baca: Makan Roti Gandum Lebih Sehat? Intip 8 Fakta tentang Roti

    Paling jauh, Varra pernah tampil di Jayapura sebanyak tiga kali. Ia menjelaskan, penonton di luar Jawa sama serunya seperti di Jawa, hanya secara genre ada perbedaan. Penonton Jakarta lebih cepat mengetahui lagu-lagu yang sedang hit dibanding penonton luar Jakarta. "Penonton di daerah juga lebih mengapresiasi, bisa beliin kado atau bunga," ucap Varra.

    Varra mengatakan kisaran bayarannya untuk manggung di luar kota adalah Rp 10-20 juta. Sedangkan bayaran di Jakarta sebesar Rp 3-7 juta. Ia mengungkapkan tidak pernah merasa rugi manggung di Jakarta meski bayarannya lebih rendah. "Main di luar kota kan lama perjalanannya."

    KORAN TEMPO


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Pelatih Paling Mahal di Piala Dunia 2018

    Ini perkiraan jumlah gaji tahunan para pelatih tim yang lolos Piala Dunia 2018.