Kamis, 20 September 2018

Media Sosial Bukan untuk Semua Orang, Ini Kata Farah Quinn

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi hacker/sosial media/Facebook. REUTERS/Dado Ruvic

    Ilustrasi hacker/sosial media/Facebook. REUTERS/Dado Ruvic

    TEMPO.CO, Jakarta - Farah Quinn sangat aktif menggunakan media sosial. Apa pun kegiatannya yang berhubungan dengan pekerjaan dan traveling, koki seksi itu selalu update di Instagram. Farah Quinn mengakui dia punya tanggung jawab untuk mem-posting di media sosial.

    "Of course, itu udah mata pencarian saya ya. Saya juga liburan banyak di-endorse jadi salah satu tugasnya harus update," ujar Farah Quinn di Dragon Fly, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin, 12 Maret 2018.

    Baca juga:
    Bahaya Suntik Filler Payudara, Sesak Napas sampai Kematian
    Kisruh Deddy Corbuzier-Chika Jessica, Tips untuk Orang Tua Tiri
    Celetuk Suho EXO tentang Masturbasi, Simak Mitos Masturbasi

    Bagi Farah Quinn, media sosial sudah menjadi bagian dari hidupnya yang tidak bisa terpisahkan. Meski begitu, Farah Quinn menghargai pendapat orang yang anti-media sosial, seperti kekasihnya.

    "For me is part of my life, social media tuh bukan untuk semua orang. Saya juga pacar saya enggak sama sekali pakai social media, kan. Ya memang dia enggak suka kalau kita mau ambil foto dan sebagainya, you have to like it, harus, kita juga punya passion dari itu. Kalau saya truly enjoy," ujarnya menjelaskan.

    Selain itu, sebagai pengguna media sosial aktif, Farah Quinn juga sangat memperhatikan unggahannya. Ibu satu anak itu akan menghindari sesuatu konten negatif.

    "I think sesuatu yang negatif harus selalu kita bikin jadi positif. Misalnya banyak yang ngehujat sebagainya itu buat jadi satu pacuan buat buktiin mereka that wrong, jadi kalau saya sih enggak masalah I always do something, to be positive so just have to learn," kata Farah Quinn.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salah Tangkap, Penangkapan Terduga Teroris, dan Pelanggaran HAM

    Sejak insiden Mako Brimob Kelapa Dua pada Mei 2018, Polri tak mempublikasi penangkapan terduga teroris yang berpotensi terjadi Pelanggaran HAM.