Minggu, 16 Desember 2018

Indonesia Siap Eliminasi TBC pada Tahun 2030

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kementerian Kesehatan Raih Rekor Dunia Senam Peregangan/dok.Kemenkes

    Kementerian Kesehatan Raih Rekor Dunia Senam Peregangan/dok.Kemenkes

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek, menegaskan kembali komitmen Pemerintah Indonesia untuk eliminasi Tuberkulosis alias TBC pada 2030. Hal tersebut disampaikan Nila pada Pertemuan End TB Summit dan South East Asia Region (SEARO) High Level Leadership Meeting (HLLM) on Ending TB yang diselenggarakan di New Delhi, India, tanggal 13-14 Mei 2018. Baca: Honor DJ di Luar Jakarta Lebih Mahal, Karier Lebih Baik?

    Berbicara mewakili negara-negara anggota Badan Kesehatan Dunia (WHO) dari South East Asia Region (SEARO) pada Pembukaan End TB Summit oleh Perdana Menteri India, Nila memaparkan bahwa Pemerintah Indonesia telah menetapkan pencegahan dan pengendalian TBC sebagai prioritas Pembangunan Nasional 2015-2019 dengan 12 indikator yang dimonitor langsung oleh Presiden. “Presiden memiliki komitmen politik yang kuat untuk eliminasi TBC pada tahun 2030 dan komitmen ini telah mendorong pendekatan multi-sektor,” kata Nila dalam keterangan pers pada 13 Maret 2018. Hal tersebut merupakan fondasi yang sangat penting dalam mensukseskan target eliminasi TBC di Indonesia pada tahun 2030.

    Nila menjelaskan bahwa komitmen tersebut telah diwujudkan dalam aksi nyata berupa penyediaan pendanaan penuh untuk eliminasi TBC, penguatan jejaring layanan pemerintah dan swasta berbasis kabupaten kota (distric based public-private mix) dan wajib melaporkan kasus TB (mandatory notification). Ada pula penguatan jaminan kesehatan nasional untuk peningkatan kualitas pelayanan kesehatan kepada pasien TBC. Lalu ada pula program pelaksanaan pendekatan keluarga dan masyarakat, pembentukan strategi kemitraan masyarakat dan swasta di daerah, serta pencarian aktif pasien TBC. Selain itu, ada juga program pengembangan inovasi penelitian dan pengembangan kebijakan TBC. Baca: Pentingnya Rehat di Tengah Kerja : 5 Menit Saja, Ini Saran Ahli

    End TB Summit dan SEARO HLLM on Ending TB dibuka oleh Perdana Menteri India dan dihadiri oleh Dirjen WHO dan sejumlah menteri kesehatan anggota SEARO dari Bhutan, Bangladesh, India, Indonesia, Korea Utara, Maladewa, Myanmar, Nepal, Srilanka, Thailand, dan Timor Leste. Hadir pula diundang para Menteri Kesehatan dari berbagai kawasan, antara lain Menteri Kesehatan Afrika Selatan, Nigeria, Tanzania, Zimbabwe, Kazakhstan dan Wakil Menteri Kesehatan Brasil. Pertemuan akan menghasilkan Joint Statement on Commitments for Implementation New Delhi Call for Actions on Ending TB 2030.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".