Tidur Anda Sudah Berkualitas? Intip 3 Syaratnya

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pria tidur. shutterstock.com

    Ilustrasi pria tidur. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang konsultan kesehatan Edward Yong, menyebutkan bahwa insomnia membawa dampak serius pada kesehatan fisik. Beberapa dampaknya adalah peningkatan nafsu makan yang menyebabkan obesitas dan diabetes, jantung koroner, hipertensi, gangguan sistem kekebalan tubuh dan banyak lagi. Hipertensi dilaporkan menjadi salah satu penyakit dengan pengobatan serius. Baca: Makan Roti Gandum Lebih Sehat? Intip 8 Fakta tentang Roti

    Mengingat potensi pada dampak negatif insomnia, Edward menyarankan tiga elemen kualitas tidur yang baik terdiri dari :

    1. Durasi: panjang tidur harus cukup bagi seseorang untuk beristirahat dan bangun pada keesokan harinya.

    2. Kontinuitas: waktu tidur tidak terhenti.

    3. Kedalaman: tidur harus cukup dalam atau lelap sehingga seseorang merasa segar saat terjaga

    Tidur yang nyenyak merupakan salah satu dari tiga pilar kesehatan yang utama, bersamaan dengan diet yang seimbang dan olahraga teratur. Melalui edukasi secara aktif dan berbagi tentang pentingnya kualitas hidup, Amlife berharap dapat memberikan konstribusi pada kualitas hidup masyarakat yang pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas kerja dan kehidupan sosial mereka. Baca: Ketika Model Majalah Dewasa Alih Profesi Jadi DJ, Ini Kisahnya

    Perusahaan spesialis franchise internasional untuk pemasaran peralatan rumah tangga dan penyediaan layanan pendidikan dan kesehatan, Amlife, akan terus melakukan aktivitas dalam mempromosikan kualitas tidur di Indonesia dengan membuka kantor perwakilan di Indonesia. Perwakilan kantor Indonesia akan secara aktif membantu masyarakat Indonesia untuk meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik melalui tidur nyenyak menggunakan terapi potensial elektrik.

    Sebelumnya, Penelitian terbaru dalam Journal Sleep melaporkan “wabah sulit tidur” yang mendunia mempengaruhi sekitar 150 juta orang di seluruh wilayah dunia yang sedang berkembang. Tingkat masalah tidur di Asia mencapai tingkatan yang terlihat di negara-negara berkembang dan berhubungan terhadap peningkatan gangguan seperti depresi dan kegelisahan, sementara itu penelitian-penelitian lain menyebutkan prevalensi insomnia di Indonesia dilaporkan sebanyak 10 persen dari jumlah populasi atau sekitar 28 juta orang. Baca: Pentingnya Rehat di Tengah Kerja : 5 Menit Saja, Ini Saran Ahli


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.