Minggu, 24 Juni 2018

Penyakit dan 2 Wanita di Kehidupan Stephen Hawking

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Stephen Hawking dan wanita yang baru dinikahinya Elaine Mason berpose di Gereja St. Barnabus 16 September 1995. Fisikawan ini dikathui telah dua kali menikah, pertama oleh Jane Wilde, seorang murid bahasa pada tahun 1965, kedua oleh Elaine Mason pada tahun 1995. REUTERS/Russell Boyce

    Stephen Hawking dan wanita yang baru dinikahinya Elaine Mason berpose di Gereja St. Barnabus 16 September 1995. Fisikawan ini dikathui telah dua kali menikah, pertama oleh Jane Wilde, seorang murid bahasa pada tahun 1965, kedua oleh Elaine Mason pada tahun 1995. REUTERS/Russell Boyce

    TEMPO.CO, Jakarta - Fisikawan teoretis legendaris Stephen Hawking meninggal di usia ke-76 tahun, pada Rabu, 14 Maret 2018, di rumahnya Cambridge, Cambridgeshire, Inggris. Seorang juru bicara keluarga mengkonfirmasi pada BBC soal kematian pengarang buku “A Brief History of Time,” itu.

    Stephen Hawking lahir 8 Januari 1942 dari pasangan Dr. Frank Hawking, seorang biolog, dan Isobel Hawking. Dia memiliki dua saudara kandung, yaitu Philippa dan Mary, dan saudara adopsi, Edward. Keluarganya sempat hijrah ke Amerika Serikat tapi kembali lagi ke London.

    Baca juga:
    4 Fashion Pria yang Bisa Menggaet Sang Pujaan Hati
    Pernikahan Sukses Bisa Bikin Langsing, Intip Penelitiannya
    Hobi Fotografi Bawah Laut? Tips Foto di Malam Hari untuk Pemula

    Hawking selalu tertarik pada ilmu pengetahuan. Dia terinspirasi dari guru matematikanya yang bernama Dikran Tahta untuk mempelajari matematika di universitas.

    Sempat mempelajari astronomi di Oxford , Hawking kemudian masuk ke Trinity Hall, Cambridge untuk mempelajari astronomi teoretis dan kosmologi.

    Segera setelah tiba di Cambridge, ia mengalami gejala sklerosis lateral amiotrofik (ALS). Penyakit inilah yang akan membuatnya kehilangan hampir seluruh kendali neuromuskularnya. Pada tahun 1974, ia tidak mampu makan atau bangun tidur sendiri. Suaranya menjadi tidak jelas sehingga hanya dapat dimengerti oleh orang yang mengenalnya dengan baik.

    Pada tahun 1985, ia terkena penyakit pneumonia dan harus dilakukan trakeostomi sehingga ia tidak dapat berbicara sama sekali.

    Hawking pun harus menjalani sebagian besar hidupnya di kursi roda. Saat kondisi tubuhnya semakin buruk, dia sampai harus berbicara melalui penyintesis suara dan berkomunikasi dengan cara menggerak-gerakkan alis mata.

    Seorang ilmuwan Cambridge membuat alat yang memperbolehkan Hawking menulis apa yang ingin ia katakan pada sebuah komputer, lalu akan dilafalkan melalui sebuah voice synthesizer'.

    Kehidupan pribadinya diwarnai dua wanita. Pertama Jane WIlde, seorang murid bahasa yang dinikahi Hawking pada 1965. Namun mereka bercerai pada 1991, karena tekanan ketenaran dan meningkatnya kecacatan Hawking. Mereka telah dikaruniai tiga anak: Robert (lahir 1967), Lucy (lahir 1969), dan Timothy (lahir 1979).

    Simak: Jadi Bintang Iklan Jaguar, Stephen Hawking Berperan Antagonis

    Perempuan kedua adalah perawatnya, Elaine Mason (sebelumnya menikah dengan David Mason, perancang komputer bicara Hawking), pada tahun 1995. Pada Oktober 2006, Hawking meminta bercerai dari istri keduanya itu.

    Kisah cinta Stephen Hawking diadaptasi Hollywood dalam film: "Theory of Everything" (2014).


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Pelatih Paling Mahal di Piala Dunia 2018

    Ini perkiraan jumlah gaji tahunan para pelatih tim yang lolos Piala Dunia 2018.