Diserang Writer's Block? Begini Jurus Dewi Lestari Mengatasinya

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi menulis. shutterstock.com

    Ilustrasi menulis. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pikiran buntu yang dialami penulis saat berkarya, kerap disebut sebagai writer's block, rupanya tidak berlaku pada Dewi Lestari alias Dee. Salah satu vokalis kelompok musik Rida, Sita dan Dewi (RSD) itu berpendapat writer's block adalah dalih untuk menyerah pada kesulitan.
    Penulis Dewi Lestari meluncurkan novel terbarunya berjudul Aroma Karsa di Le Seminyak, Cipete Jakarta Selatan. Rabu, 14 Maret 2018 (TEMPO/Aisha Shaidra)

    "Saya enggak pernah mengalami writer's block, adanya deadline," kata Dee di media gathering "Aroma Karsa" di Jakarta, Rabu.

    Baca juga:
    Berbagai Peran dengan Istri Pertama? Intip Trik Bu Dendy
    Suka Kentang Goreng, Apa Prinsip Bugar Kata Meghan Markle ?
    Dituduh Pelakor, Begini Gaya Bu Dendy Menangkisnya

    Membuat tenggat waktu adalah kiat Dee untuk menghindari writer's block, di mana dia harus memaksa diri untuk terus menulis agar selesai tepat waktu.

    "(Saat menghadapi writer's block) Kalau digali terus akan ketemu cara keluarnya," kata penulis yang telah menerbitkan berbagai novel laris seperti "Supernova: Kesatria, Putri dan Bintang Jatuh", "Perahu Kertas", "Filosofi Kopi", "Rectoverso" hingga "Madre".

    Novel terbaru Dewi Lestari yang berjudul "Aroma Karsa" edisi cetak bakal terbit pada 16 Maret 2018. Sebelumnya, novel ke-12 Dee ini sudah dirilis lewat versi digital pada Januari 2018.  "Aroma Karsa" edisi digital diterbitkan dalam format cerita bersambung dalam 18 bagian, terbit dua kali sepekan sejak Januari hingga 15 Maret 2018. Novel yang mengusung tema aroma serta penciuman ini menggabungkan unsur petualangan, misteri, percintaan, keluarga sampai legenda kuno zaman Majapahit.  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.