Bedanya Manfaat Olahraga Aerobik dan Anaerobik, Ini Kata Ahli

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Nickmatulhuda

    TEMPO/Nickmatulhuda

    TEMPO.CO, Jakarta - Dalam setahun terakhir, aktris Putri Marino setidaknya dua kali dalam sepekan datang ke studio senam di Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan, itu untuk berolahraga aerobik.

    Rutinitas ini berawal dari kebingungannya mencari kegiatan yang bisa dilakukan sejak mulai menetap di Jakarta setahun lalu. Akhirnya ia memilih mengikuti salah satu program yang digagas Zumba. Ia beralasan, gerakan-gerakan Strong by Zumba membuat tubuhnya banyak bergerak. "Setelah selesai senam, badannya terasa lebih ringan," ujarnya. Baca: Bahaya Suntik Filler Payudara, Sesak Nafas sampai Kematian

    Program-program yang dirancang Zumba kian populer sebagai cara berolahraga yang menguras energi, membakar lemak, sekaligus menyenangkan. Strong by Zumba sendiri adalah latihan dengan intensitas tinggi yang berbeda dengan produk asli Zumba, tapi tetap dengan karakter Zumba yang menekankan pada gerakan mengikuti irama musik sembari membentuk dan mengencangkan otot.

    Menurut dokter spesialis kedokteran olahraga, Michael Triangto, program Zumba merupakan olahraga aerobik yang tepat untuk mengurangi berat badan. Olahraga aerobik, ucap dia, adalah jenis olahraga yang nyaman dan dilakukan dalam intensitas rendah. Sedangkan olahraga yang dilakukan secara berlebihan masuk kategori anaerobik. "Ketika napas sudah terengah-engah, maka itu sudah di luar batas aerobik," kata dia. Baca: Siklus Menstruasi : Simak Makna Warna Darah yang Keluar

    Berbeda dengan aerobik, olahraga anaerobik bertujuan mengencangkan otot. "Dalam olahraga aerobik, tubuh membakar lemak sehingga berat badan turun. Namun, dalam olahraga anaerobik, tubuh akan membakar gula," kata Michael. Dengan begitu, dia menyebutkan, program Zumba yang intensitasnya tinggi, seperti Strong by Zumba, cocok untuk seseorang yang bertubuh kurus dan ingin membentuk tubuh.

    Untuk mendapat manfaat aerobik, ujar Michael, American College of Sports Medicine menyarankan seseorang supaya aktif bergerak dengan intensitas sedang selama 150 menit per pekan. Selanjutnya, setelah berat badan perlahan-lahan turun, lakukan olahraga anaerobik untuk menjaga berat badan dan meningkatkan kekuatan otot serta tulang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.