Budaya Indonesia pun Bisa Diperkenalkan Lewat Tarian dan Kuliner

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • DubesRI di Washington DC Budi dan Reshanty Bowoleksono bersama Chef William Wongso dan Disik Nini Thowok sesaat sebelum pegelaran Indonesia Night di salah satu Private Club di Washingyon D.C.13 maret 2018. Foto : Istimewa

    DubesRI di Washington DC Budi dan Reshanty Bowoleksono bersama Chef William Wongso dan Disik Nini Thowok sesaat sebelum pegelaran Indonesia Night di salah satu Private Club di Washingyon D.C.13 maret 2018. Foto : Istimewa

    TEMPO.CO, Washington D.C – Setiap kuliner Indonesia tidak hanya lezat, tapi juga bisa mengenalkan ragam budaya Indonesia. Begitu kira-kira disebutkan Duta Besar RI untuk Amerika Serikat Budi Bowoleksono di sela-sela Culinary Diplomacy yang dikemas dalam format workshop di Wisma Indonesia, Tilden, Washington D.C., Jumat 9 Maret 2018,

    Chef William Wongso jelaskan tentang komposisi bahan kuah rawon kepada Chef, mahasiswa kuliner, dan kalangan diplomatik dalam Indonesian Culinary Cooking Demo 9 Maret 2018 ? Foto : Istimewa
    Terkait itulah, seperti ditulis dalam rilis yang diterima TEMPO.CO Rabu 14 Maret 2018, Chef Senior Indonesia William Wongso khusus datang untuk berbagi informasi tentang ragam makanan khas Indonesia, di acara Culinary Diplomacy yang bertajuk Indonesian Culinary Cooking Demo, tersebut. 


    Baca juga: Stephen Hawking Wafat: Barack Obama Posting Ini di Twitter

    Dalam acara yang di hadiri para chef, dosen dan mahasiswa sekolah kuliner, jurnalis, serta kalangan diplomatik di Washington D.C., tersebut William Wongso tidak hanya memberikan pengetahuan tentang makanan, namun juga berbicara mengenai filosofi, sejarah, serta perbandingan aneka produk kuliner yang ada di dunia.

    Acara yang digelar di Wisma Indonesia, Tilden, Washington D.C., itu William Wongso berserita soal perbandingan makanan Indonesia dengan berbagai makanan di dunia. "Tak hanya terkait kualitas, namun juga treatment terhadap bahan dan juga berbagai kombinasi yang tidak banyak diketahui oleh pecinta kuliner pemerhati makanan Indonesia, maupun chef asal Amerika Serikat yang hadir dalam workshop tersebut," ujar Sekretaris Pertama Fungsi Penerangan, Sosial, dan Budaya KBRI AS Muhammad Al Aula

    Didik Nini Thowok berbagi filosofi tari Topeng dengan peserta Workshop Indonesia Menari 12 maret 2018
    Masih terkait pemahaman budaya Indonesia, juga berbagi ilmunya dalam workshop yang berlangsung di KBRI hari Senin malam 12 Maret 2018. Kemampuan Didik berkomunikasi secara interaktif dengan peserta membuat berbagai teori tari tradisional Indonesia mudah dipahami dan dipraktekkan. Workshop yang dimulai dengan sesi talkshow menjadi semakin hangat dengan komunikasi dua arah yang berlangsung antara peserta dengan Didik Nini Thowok.


    Baca juga: 
    Heboh Mikroplastik Dalam Botol Air Kemasan, Kanker Mengancam
    Waspada Main Gadget di Toilet, Wasir Mengintai

    Sekitar 50 orang peserta terpukau dengan passion yang ditunjukkan oleh Didik Nini Thowok dalam setiap gerakan tari yang ditampilkan. Bahkan, seperti disebutkan Aulia, beberapa peserta asing yang seharusnya mengikuti setiap gerakan workshop, lebih memilih merekam seluruh gerakan Didik Nini Thowok. "Seharusnya mereka ikut mengikuti gerakan tari yang dicontohkan dari atas panggung," katanya.

    Kegiatan diplomasi budaya yang dilakukan oleh KBRI di Washington DC dengan menampilkan dua maestro di bidang kuliner dan seni tari mencapai puncaknya pada pelaksanaan Indonesian Night di salah satu Private Club di ibu kota Amerika Serikat. Kolaborasi dua mestro yang berlangsung pada 13 Maret 2018 memukau hampir 100 undangan anggota Club yang terletak hanya 1 blok dari Gedung Putih itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.