5 Hal tentang Masturbasi pada Seks Pria, Awas seperti Terong

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pria sedang melihat foto perempuan seksi. shutterstock.com

    Ilustrasi pria sedang melihat foto perempuan seksi. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Jika ada satu hal yang hampir setiap pria akan lakukan, mungkin hal tersebut adalah masturbasi. Para ahli juga mengatakan hampir setiap pria melakukan masturbasi. Bagi sebagian pria, masturbasi dapat memberikan efek yang menyenangkan dan menyehatkan.

    Namun, bukan berarti Anda sudah mengetahui segala hal tentang masturbasi. Dilansir dari WebMD, berikut ini lima hal mengenai masturbasi yang mungkin belum Anda ketahui.

    Baca: Cinta Butuh Kesetiaan, Ini 4 Zodiak yang Paling Setia

    1. Masturbasi tidak memiliki manfaat kesehatan yang dilakukan oleh seks

    Seorang profesor di Southern Illinois University School of Medicine, Tobias S. Köhler, mengungkapkan bahwa tidak semua orang memiliki orgasme yang seragam. Beberapa studi yang telah dilakukan menunjukkan bahwa banyak manfaat yang bisa didapatkan pria dari berhubungan seksual, seperti tekanan darah, jantung, kesehatan prostat, dan banyak lagi. Namun, hal ini tidak berlaku untuk masturbasi. Belum ada kepastian ilmiah, mengapa ejakulasi saat berhubungan seksual dengan masturbasi memiliki dampak berbeda. Tubuh Anda tampaknya merespons secara berbeda, hal ini juga terlihat pada susunan air mani yang keluar.

    2. Masturbasi tidak bebas risiko

    Memang, melakukan masturbasi mungkin adalah bentuk paling aman dari seks, dan berisiko rendah. Tidak ada kasus penyakit menular seksual (PMS) yang terdeteksi dari masturbasi. Namun, seperti kegiatan berisiko rendah lainnya, seperti mengunyah atau berjalan, masturbasi masih memiliki beberapa risiko. Masturbasi dengan jangka waktu yang sering atau dilakukan dengan kasar dapat menyebabkan iritasi kulit ringan. Kemudian, bila menekuk secara paksa penis yang sedang ereksi dapat merusak ruang-ruang dalam penis yang terisi darah. Kondisi ini disebut fraktur penis, memang jarang terjadi tapi mengerikan. Köhler mengatakan umumnya kondisi ini terjadi pada orang-orang yang melakukan masturbasi dengan kasar. "Setelah itu, penis tampak seperti terong," katanya. "Warnanya ungu dan bengkak." Kondisi ini dapat diatasi dengan operasi.

    Baca: Hate Speech di Media Sosial, Intip 3 Jurus Menghindarinya

    3. Tidak ada jumlah masturbasi yang normal

    Umumnya pria mengontrol masturbasi dengan menghitung seberapa sering kegiatan tersebut dilakukan. Seorang seksolog dan pendidik seks, Logan Levkoff, mengatakan bukan berapa kali Anda melakukan masturbasi dalam sepekan atau pada hari yang benar-benar penting. Jika Anda melakukan masturbasi berkali-kali dalam satu hari dan memiliki kehidupan yang sehat dan memuaskan, hal tersebut baik untuk Anda. Namun, jika Anda melakukan masturbasi berkali-kali dalam sehari dan membuat Anda kehilangan pekerjaan atau menyerah pada hubungan seks dengan pasangan, pertimbangkan untuk menemui terapis seks.

    4. Masturbasi tidak mencerminkan hubungan Anda

    Ada mitos yang mengatakan masturbasi merupakan tanda Anda memiliki masalah dalam hubungan dengan pasangan. Faktanya, menurut Levkoff, kebanyakan pria melakukan bermasturbasi. Baik pria lajang, pria dengan hubungan yang buruk, atau pria dengan hubungan yang hebat. Masturbasi hanyalah sesuatu yang mereka lakukan dan tidak ada kaitannya dengan hubungan berpasangan. Levkoff menuturkan masturbasi bukan hanya tentang seks. Bagi banyak orang, ini adalah cara rutin yang dilakukan untuk menghilangkan stres, menjernihkan pikiran Anda sebelum bekerja, atau untuk tidur.

    Baca: Rifdah Farnidah Juara Hafal Al-Quran Latihannya Sehari 5 Juz

    5. Masturbasi memiliki kemungkinan risiko baik untuk kehidupan seks

    Faktanya, masturbasi dapat membantu kehidupan seks Anda. Terkait dengan hal itu, masturbasi akan membantu Anda mengetahui apa yang disukai saat berhubungan seks. Seorang terapis seks dan penulis She Comes First, Ian Kerner, menjelaskan bahwa sebagian pria sangat terpaku pada sejumlah tekanan selama masturbasi atau stimulasi porno yang tidak dapat mereka lakukan dengan pasangan. Untuk sebagian besar pria, masturbasi adalah hal yang sehat. "Saya biasanya lebih peduli tentang seorang pria yang berhenti bermasturbasi. Karena hal tersebut bisa menjadi tanda kecemasan atau masalah kesehatan, daripada seorang pria yang melakukannya secara teratur," ucap Kerner.

    WEBMD | MEDICINENET


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekam Jejak Sembilan Anggota Pansel KPK

    Presiden Joko Widodo memilih sembilan nama anggota Panitia Seleksi Calon Pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi atau Pansel KPK, Jumat, 17 Mei 2019.