Cokelat Tua Dinobatkan sebagai Warna Terburuk di Dunia, Setuju?

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi warna (pixabay.com)

    ilustrasi warna (pixabay.com)

    TEMPO.CO, New York City - Anda pasti memiliki satu atau beberapa warna favorit dari seluruh pilihan warna yang ada. Namun, tahukah Anda bahwa ada satu warna yang dianggap sebagai warna terburuk di dunia?

    Warna itu adalah opaque couche atau Pantone 448C. Warna tersebut merupakan golongan warna coklat yang sangat tua. Menurut studi yang dilakukan agensi penelitian dari Australia, GfK, 1.000 orang dari 7 studi yang terpisah mengatakan bahwa warna tersebut memberi kesan kotor, suram, dan bernoda.

    Baca juga:
    Festival Cheng Beng: Kremasi Sudah Dilakukan Sejak Zaman Kuno
    Festival Cheng Beng Saatnya Mengingat Leluhur, Puncaknya 5 April
    Waspada 3 Zodiak Ini, Cinta Bisa Putus Tiba-tiba

    Penelitian tersebut dilakukan bukan tanpa sebab. Pemerintah Australia secara khusus meminta penelitian tersebut untuk dilakukan guna mencari warna yang tepat untuk bungkus rokok di Australia. Alasannya, pemerintah berharap minat masyarakat terhadap rokok akan berkurang karena warnanya tidak menarik perhatian. Selain warna polos yang tidak menarik, tertera juga peringatan bahaya kesehatan pada bungkus rokok. Selain Australia, negara lainnya juga sudah menggunakan warna tersebut sebagai warna bungkus rokok, seperti Inggris, Irlandia, dan Perancis.

    Namun, direktur eksekutif dari PantoneColorInstitue, LeatriceEiseman, menyatakan ketidaksetujuannya terhadap hal tersebut. Sebab, bagi PantoneColorInstitute, semua warna memiliki nilai yang sama. Bahkan, warnaPantone 448C pun banyak digunakan dalam dunia desain, seperti sofa, sepatu, perabot rumah, bahkan untuk mode. “Tidak ada warna yang disebut warna terburuk,” ujarnya.


    HUFFINGTON POST | THE GUARDIAN | TIME | MAGNULIA SEMIAVANDA HANINDITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dijen Imigrasi Ronny Sompie Dicopot Terkait Harun Masiku

    Pencopotan Ronny Sompie dinilai sebagai cuci tangan Yasonna Laoly, yang ikut bertanggung jawab atas kesimpangsiuran informasi kasus Harun.