Tertarik Jadi Aktor Film? Simak Dulu Kata Lukman Sardi

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang kru memegang clapperboard saat pembuatan film Zombie Era di kompleks ditinggalkan pabrik di Langfang, provinsi Hebei, Cina 16 Desember 2016. REUTERS/Damir Sagolj

    Seorang kru memegang clapperboard saat pembuatan film Zombie Era di kompleks ditinggalkan pabrik di Langfang, provinsi Hebei, Cina 16 Desember 2016. REUTERS/Damir Sagolj

    TEMPO.CO, Jakarta - Menjadi seorang aktor film memang tak semudah membalikan telapak tangan, membutuhkan proses yang lebih lama dibandingan dengan sinetron yang harus diproses secara cepat.

    Aktor Lukman Sardi menilai melahirkan aktor film baru bisa dilakukan dengan berbagai cara, seperti melalui talent scout, atau lewat produser memang punya keinginan mencari aktor baru yang memang diperlukan untuk sebuah proyek film.

    Baca juga:
    Heboh Rendang Crispy, Ini Fakta Rendang Kata William Wongso
    Jangan Jauh-jauh Cari Dokter, Simak 4 Tipsnya
    Festival Ceng Beng, Apa Saja yang Harus Dibawa?

    “Aktor film itu bukan pekerjaan sambil lalu, perlu banyak hal seperti open your mind, bukan sekadar bisa acting. Aktor perlu banyak hal, mungkin karena begitu panjang, ribet, mungkin anak anak muda lebih memilih sinetron yang lebih simple,” tegasnya.

    Menurutnya, tantangan memunculkan aktor baru adalah setiap masuk film tidak bisa sembarangan, harus mempunyai kapasitas. “Buat kita jadi aktor selalu dipakai bukan suatu yang menggembirakan, kita juga merasa harusnya ada regenerasi baru yang muncul dan mempunyai kapasitas, serta kemampuan untuk men-delivery karakter dengan baik,” ujar Lukman.

    Dia mengungkapkan bahwa aktor film bisa [berhasil] sampai saat ini karena proses yang panjang, membutuhkan banyak hal. Itu berbeda dengan sinetron yang serba cepat. Di film semua harus kelihatan real, perlu ada workshop, dan reading. Itu perlu eksplorasi yang lebih dari biasanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.