Waspada FOMO, Sindrom yang Menjangkiti Para Pengguna Instagram

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi slank di dunia maya/media sosial. Shuterstock

    Ilustrasi slank di dunia maya/media sosial. Shuterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketika membuka akun Instagram, kita semua mungkin pernah mengalami ini: serunya melihat kehidupan para bloger, selebgram, influencer, fashionista, atau teman-teman Anda sendiri yang seolah sempurna. Mereka kerap berlibur ke tempat menarik, menyantap makanan enak, atau memakai barang-barang bagus.

    Jika dengan atau tanpa disadari Anda juga ingin menikmati semua yang Anda lihat di Instagram dan mulai cemas ketinggalan zaman jika keinginan itu tak kesampaian, berarti Anda sudah terjangkit sindrom FOMO (fear of Missing Out).

    Baca juga: 
    Betulkah Ada Cell Cure di RSPAD Gatot Subroto? Ini Faktanya
    Kenapa Uji Klinis Penting dalam Sebuah Terapi? Begini Jawabnya
    Hindari Konsumsi Tiga Makanan Ini Bila Menyetir Perjalanan Jauh

    Hasil penelitian perusahaan asuransi dan manajemen aset Allianz di Amerika Utara pada Februari lalu mengemukakan, sebanyak 57 persen responden dari generasi milenial menghabiskan uang tanpa direncanakan hanya karena tergiur oleh apa yang dilihat di media sosial.

    Dalam penelitian yang sama, 55 persen responden mengaku mengalami sindrom FOMO, yang mengacu kepada perasaan gelisah dan cemas jika tidak mengikuti tren dan atau ketinggalan info terkini di medsos.

    Menurut Douglas A. Boneparth, pimpinan perusahaan konsultan dan perencana keuangan Bone Fide Wealth yang berbasis di Kota New York, AS, sindrom FOMO merupakan masalah sosial yang bisa dialami semua generasi. Namun saat ini sindrom tersebut paling banyak dialami generasi milenial, sebagai generasi yang paling banyak terekspos teknologi. 

    “Menurut saya media sosial  [Instagram] memainkan peranan penting dalam bagaimana kita memandang gaya hidup. (Kebutuhan akan gaya hidup) sudah melampaui kebutuhan penampilan seperti pakaian dan mobil. Sebagai contoh, generasi milenial senang menikmati pengalaman baru, jadi mengunggah foto liburan dan berpartisipasi dalam acara-acara menarik bisa mengarah ke FOMO,” kata Boneparth.

    TABLOIDBINTANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.