Senin, 23 Juli 2018

Makna di Balik Gaya Presiden Joko Widodo, Terkait Pilpres 2019?

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo menaiki sebuah motor kastem jelang melakukan sebuah perjalanan turing bersama klub sepeda motor di Kantor Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, 8 April 2018. Jokowi akan mengikuti touring menuju Pelabuhan Ratu. Tempo/Vindry Florentin

    Presiden Joko Widodo menaiki sebuah motor kastem jelang melakukan sebuah perjalanan turing bersama klub sepeda motor di Kantor Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, 8 April 2018. Jokowi akan mengikuti touring menuju Pelabuhan Ratu. Tempo/Vindry Florentin

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo memang selalu punya pendekatan unik dalam menyapa masyarakat Indonesia. Pria Solo ini suka dengan simbol sekaligus memberi makna yang kuat pada setiap yang dikenakan.

    Tak terkecuali ketika pada 8 April melakukan kunjungan ke Sukabumi dan mengendarai motor chopper berbasis Royal Enfield 350cc yang digarap khusus oleh Elder’s Garage dan Kickass Chopper.

    Baca juga: Jokowi Naik Motor Pakai Denim, Bagaimana Gaya Presiden Lainnya?

     

    Salah satu alasan Presiden membeli kendaraan roda dua tersebut untuk mendorong produk lokal agar memiliki brand value yang lebih baik. Motor seharga Rp140 juta itu menjadi pengejawantahan seruan Jokowi soal pentingnya inovasi dan kreativitas, terutama terkait dengan pelaku usaha.
    Presiden Jokowi saat menerima motor custom Chopperland di Istana Bogor, 20 Januari 2018. Jokowi melihat motor hasil modifikasi Chopperland memiliki peluang ekspor yang cukup baik ke sejumlah negara di Asia Tenggara. Foto: Rusman/Biro Pers Setpres

    Berlabel Chopperland RI-1, Jokowi pun menebar aksi touring di sepanjang Sukabumi – Pelabuhan Ratu ditemani Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono. Selain helm half-face, yang memang jadi tandem motor chopper, Jokowi mengenakan jaket denim bertuliskan Indonesia.

    Jaket ala film Dilan 1990 semakin lengkap dengan paduan sneakers Vans berlabel Metallica. Entah karena Jokowi atau bukan, di situs resmi Vans diumumkan bahwa edisi The Vans X Metallica Collection telah habis terjual.

    Sepatu yang dipakai Jokowi itu dibeli pada pergelaran Jakarta Sneaker Day pada 3 Maret lalu dengan harga Rp2,5 juta. Sneakers ini merupakan hasil kolaborasi khusus Vans dan Metallica. Selain model SK8-Hi, produk kolaborasi itu juga menyajikan sneakers model Slip-on, lengkap dengan kaos dan topinya. Baca: Penderita Diabetes Tidak Boleh Makan Nasi, Fakta atau Mitos?

    Sementara itu, jaket denim yang dikenakan Jokowi dibuat khusus oleh Never Too Lavish, dipadu dengan ornamen dan tulisan Indonesia hasil lukis tangan. Menurut akun Instagram @nevertoolavish, jaket Presiden Jokowi mempunyai konsep Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki keberagaman budaya.

    Presiden Jokowi menyampaikan keterangan kepada wartawan usai mengendarai motor Chopper Royal Enfield 350 cc saat kunjungan kerja di Sukabumi, Jawa Barat, 8 April 2018. Penampilan presiden dalam aksi touringnya menjadi perhatian netizen. ANTARA/Puspa Perwitasari
    “Tim seniman kami yang di pimpin oleh @hardthirteen [Bernhard Suryaningrat] mencoba untuk membuat konsep jaket yang dapat mewakili ragam budaya Indonesia,” tulis akun tersebut.

    Pada bagian depan menggambarkan peta Indonesia yang menggunakan nuansa merah putih. Pada bagian belakang tersusun kata ‘Indonesia’ di atas warna dasar Bendera Merah Putih dengan menyematkan keberagaman budaya di setiap hurufnya yaitu: tarian saman, kain sasirangan khas Banjarmasin, tarian yang berasal dari Bali, wayang kulit, barong, lompat batu dari Nias, Candi Borobudur, Batik Benowo serta Budaya Papua.

    Bernhard Suryaningrat sendiri dikenal sebagai seniman grafiti asal Depok. Selain grafiti, di akun Instagramnya banyak ditampilkan sneakers yang telah di-custom dengan tampilan unik.

    Perihal sepatu ini juga jadi analogi bagi pengamat komunikasi politik Universitas Bunda Mulia Silvanus Alvin perihal strategi Jokowi di tahun politik. Gaya kekinian yang dipakai Jokowi itu disebutnya ‘sepatu baru’ untuk menyambut Pilpres 2019.

    Calon kompetitornya, Prabowo Subianto, disebut Alvin masih berdiri di belakang garis start dengan ‘sepatunya yang usang.’

    Baca: Masalah Ejakulasi Dini Saat Seks? Atasi dengan 4 Tips Ini

    “Jokowi atau mungkin penasihat politiknya, paham betul gimmick-gimmick seperti nonton Dilan, naik motor, atau memakai sneakers, memiliki makna bagi kaum muda dan menarik untuk dikonsumsi di sosial media. Apalagi, status Jokowi sebagai ‘celebrity politician’ menambah daya tarik tersendiri,” kata Alvin.

    Lepas dari kesan politis – yang akan selalu mengiringi Jokowi, perjalanan 3 jam pekan lalu menunjukkan Jokowi yang ingin lepas dari rutinitas, tidak linier, dan menerabas kemonotonan model protokoler yang selama ini terkesan kaku bagi orang nomor satu RI.

    Lewat aksesori yang dipakai, Joko Widodo sekaligus mempromosikan salah satu kekuatan orang Indonesia yakni artistik—mengacu pada enam ciri manusia Indonesia menurut Mochtar Lubis.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bulan Juli Ada Hari Es Krim Nasional di Amerika Serikat

    Tanggal 15 Juli adalah Hari Es Krim Nasional di Amerika Serikat. Ronald Reagan menetapkan bulan Juli sebagai hari minuman yang disukai tua muda itu.