Senin, 23 Juli 2018

Terbiasa Duduk Lama, Awas Demensia

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita duduk menyilangkan kaki. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita duduk menyilangkan kaki. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Menurut para ilmuwan, duduk terlalu lama dapat meningkatkan risiko demensia pada orang dewasa setengah baya.

    Dalam penelitian yang dipublikasikan jurnal PLOS One, para peneliti merekrut 35 orang  yang berusia antara 45 dan 75 tahun. Seperti dilansir Indian Express, para peneliti, termasuk Prabha Siddarth dari University of California, Los Angeles di Amerika Serikat, menanyai partisipan tentang tingkat aktivitas fisik mereka. Baca: Gemar Minuman Soda? Waspadai Sakit Jantung Mengintai

    Setiap orang mendapatkan scan MRI resolusi tinggi, yang memberikan pandangan rinci pada lobus medial temporal, atau MTL, wilayah otak yang terlibat dalam pembentukan memori baru.

    Para peneliti menemukan bahwa perilaku menetap seperti duduk terlalu lama adalah prediktor signifikan penipisan MTL dan aktivitas fisik, bahkan pada tingkat tinggi, tidak cukup untuk mengimbangi efek berbahaya duduk untuk waktu yang lama. Baca: Pria, Suka Gaya Kasual? Ikuti Tips Fashion Berikut Ini

    Penipisan MTL dapat menjadi awal untuk penurunan kognitif dan demensia pada orang dewasa setengah baya dan yang lebih tua.

    Mengurangi perilaku menetap mungkin menjadi target untuk meningkatkan kesehatan otak pada orang yang berisiko terkena Alzheimer, kata Siddarth. Baca: Tips Lakukan Detoksifikasi Media Sosial

    Studi ini tidak membuktikan bahwa terlalu banyak duduk menyebabkan struktur otak yang lebih tipis. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bulan Juli Ada Hari Es Krim Nasional di Amerika Serikat

    Tanggal 15 Juli adalah Hari Es Krim Nasional di Amerika Serikat. Ronald Reagan menetapkan bulan Juli sebagai hari minuman yang disukai tua muda itu.