Ada Sweet Wine dari Indonesia, Apa Istimewanya?

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wine atau anggur. shutterstock.com

    Ilustrasi wine atau anggur. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Wine populer tak cuma berasal dari Benua Eropa dan Amerika. Asia, bahkan Indonesia, ternyata turut menjadi negara me'lahir'kan wine yang terkenal di dunia. Salah satu pabrik wine di Indonesia terdapat di Singaraja, Bali.

    Wine Indonesia yang diproduksi di Bali diolah menggunakan anggur lokal, baik anggur merah maupun anggur putih. Masa fermentasi anggur lokal Indonesia berkisar 2-5 tahun.

    Baca juga:
    Sebelum Minum Wine, Intip Dulu 4 Tata Caranya
    Menjajal Wine dari Beragam Benua di Wine and Cheese Expo Jakarta
    Artis Korea Kan Jong Wook Mengidap OPLL, Penyakit Langka Apa Itu?

    Dibandingkan dengan rasa wine dari negara lain, wine Indonesia memiliki rasa yang khas. Sales Promotion Hatten Wines, Febri, yang ditemui Tempo di Wine and Cheese Expo, La Piazza, Kelapa Gading, Jakarta, Minggu, 15 April, mengatakan wine asli Indonesia memiliki kecenderungan rasa manis.

    “Karena orang Indonesia suka wine manis, jadi rasa wine lokal ini cenderung mengikuti. Jadi dinamakan sweet wine,” katanya. Rasa anggur yang cukup manis, baik untuk red wine maupun white wine, membuat wine asal Indonesia kerap disantap untuk pencuci mulut.

    Selain itu, kadar alkoholnya juga tak terlampau tinggi dibandingkan dengan wine dari Italia atau Prancis. Kadar alkohol untuk wine lokal berkisar 5 persen hingga maksimum 18 persen. Ini membuat rasa wine Indonesia terkesan lebih ringan.

    Adapun, harganya juga relatif lebih murah. Sebotol besar wine dibanderol mulai Rp 200 ribuan hingga Rp 400 ribu untuk kualitas premium.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.