Cacing Bisa Bikin Stunting? Ini Penjelasan Ahli Gizi

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi mainan anak (pixabay.com)

    ilustrasi mainan anak (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Stunting menjadi isu yang harus diperhatikan bagi masyarakat. Yang harus disadari, stunting terjadi akibat gangguan gizi dalam tubuh seseorang. Hal ini sesuai dengan data yang dipublikasikan oleh WHO bahwa di seluruh dunia, 1 dari 4 anak terdata mengalami stunting. Dan di negara berkembang sendiri, sebanyak 1 dari 3 anak(37,2 persen) mengalami stunting.

    Dokter spesialis gizi klinik, Juwalita Surapsari, juga mengungkapkan pertumbuhan masalah Stunting di Indonesia, “Sekarang, orangtua ke klinik tidak lagi mengeluhkan berat badan anak yang kurang dibanding anak seusianya. Tetapi, permasalahan baru dan yang sering muncul adalah tinggi badan anak yang berbeda dengan anak seusianya,” ungkapnya dalam acara Edukasi Mengenai Infeksi Cacing dan Hubungannya Terhadap Gangguan Gizi yang Berdampak Stunting pada 20 April 2018 di Jakarta.

    Juwalita menjelaskan bahwa dalam siklusnya, stunting bisa disebabkan dari infeksi-infeksi yang sering berulang. Salah satunya adalah infeksi cacing.

    Bagaimana hal tersebut berkaitan?

    Stunting sendiri merupakan kondisi di mana tinggi badan seseorang tidak tumbuh secara normal sesuai dengan usianya. Hal ini bisa terjadi akibat kekurangan gizi yang kronis.

    Baca juga:
    Nutrisi pada 1000 Hari Pertama, Cegah Penyakit pada Anak
    Rambut di Area Intim Perlu Dicukur Habis? Intip Kata Dokter

    Seorang ibu yang tidak mengalami kenaikan berat badan saat hamil, memiliki risiko melahirkan bayi yang kurang berat badannya atau dalam kondisi prematur. Kondisi inilah yang membuat bayi rentan terkena infeksi.

    Infeksi yang sering dialami dan terjadi secara berulang adalah infeksi cacing. Ketidaktahuan akan bayi yang terkontaminasi, menyebabkan cacing terus tumbuh dan menyerap zat-zat nutrisi dalam tubuh bayi. Jika terus terjadi, kondisi ini akan menyebabkan bayi mengalami malnutrisi.

    Apabila malnutrisi tidak segera diatasi, hal tersebut menyebabkan pertumbuhan anak melambat. “Inilah yang mengakibatkan seseorang mengalami stunting akibat infeksi cacing,” ucap dokter yang berpraktek di RS Pelni dan Prodia Health Care Bintaro ini.

    Oleh karena itu, Juwalita mengingatkan kepada orangtua untuk selalu rutin mengukur berat badan juga tinggi badan anak setiap bulannya. Dengan melakukan kontrol, diharapkan dapat meminimalisir risiko tumbuh kembang yang tidak normal.

    “Untuk masalah infeksi cacing itu sendiri, bagi calon ibu harus memperhatikan asupan makanan selama ia hamil,” hal ini karena segala sesuatu yang dikonsumsi ibu hamil akan diserap oleh calon bayi.

    Dan terakhir, Juwalita mengatakan bahwa risiko anak dapat terkena infeksi cacing semakin besar saat anak memasuki usia 3 bulan. Dimana biasanya anak sudah mulai melakukan aktivitas oral(memasukkan segala sesuatu ke mulut melalui tangan). Atau juga dalam usia anak sudah sering bermain di luar.

    Baca: Menu Kuliner Akhir Pekan: Jangan Lupa Bumbu Kari, Ini Manfaatnya

    Namun, faktor eksternal pun juga bisa menyebabkan anak terkena infeksi cacingan. Contohnya seperti tangan orangtua yang tidak dibersihkan dahulu sebelum menyuapi makan anak, atau membiarkan anak berjalan diluar tanpa alas kaki. “Intinya, selain menjaga nutrisi anak itu sendiri, peran orangtua adalah melindungi anak dari segala macam perilaku yang dapat berisiko terkena infeksi, khususnya infeksi cacing.”


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cesium 137 dan Bahaya Radiasi Pada Tubuh Manusia

    Cesium 137 adalah bahan radioaktif yang digunakan berbagai industri dan pengobatan. Bila salah dikelola, bahan itu akan menimbulkan sejumlah penyakit.