Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

DJ Avicii Meninggal, Benarkah Alkohol Sebabkan Pankreatitis Akut?

image-gnews
Avicii baru berusia 23 tahun dan dalam waktu singkat telah meraih kepopuleran di dunia musik elektronik. Sejak 2011, ia masuk dalam daftar 5 DJ terbaik. Weekendnatives.com
Avicii baru berusia 23 tahun dan dalam waktu singkat telah meraih kepopuleran di dunia musik elektronik. Sejak 2011, ia masuk dalam daftar 5 DJ terbaik. Weekendnatives.com
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - DJ Avicii wafat. Dunia industri hiburan EDM berduka. DJ atau Disk Jockey ternama bernama lengkap Tim Bergling, ini meninggal  pada 20 April 2018 di Muscat, Oman. Kabar mengejutkan, karena  DJ asal Swedia ini terbilang masih berusia muda, 28 tahun. Hingga sampai saat ini pihak Avicii belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait penyebab kematian DJ yang terkenal dengan lagu Wake Me Up itu.

Diberitakan dalam situs Billboard, Avicii mengakui telah menderita masalah kesehatan selama beberapa tahun terakhir, termasuk pankreatitis akut. Kebiasaan Avicii minum alkohol berlebihan disebutkan menjadi salah satu penyebab penyakitnya tersebut.

Tahun 2014, Avicii pun telah mendapatkan tindakan medis berupa pengangkatan kantung empedu dan usus buntunya, “Saya membatalkan serangkaian acara karena masih dalam proses pemulihan,” ucapnya kepada Billboard tahun 2016 lalu.

Baca: Hari Kartini 2018: Kesetaraan Lewat Secangkir Kopi dan Teh

Tahun 2016, kemudian menjadi tahun terakhirnya melakukan tur . Saat itu, Avicii mengeluarkan pengumuman bahwa dirinya akan pensiun pada 2017 dari kehidupan tur bermusiknya yang disebutkan Avicii banyak menguras energi dan kehidupannya.

Lalu, apakah memang kebiasaan minum alkohol dapat menyebabkan berbagai penyakit, termasuk pankreatitis?

Dilansir dari drinkaware, pankreatitis merupakan kondisi dimana pankreas mengalami peradangan dan sel-selnya rusak. Minum berlebihan dapat menjadi penyebab pankreatitis. Ada dua jenis pankreatitis, yaitu pankreatitis akut, seperti yang diderita Avicii, dan juga pankreatitis kronis.

Sebagian besar kasus pada pankreatitis akut terjadi dengan sangat cepat. Pankreas Anda awalnya akan meradang selama beberapa hari. Setelah itu, enzim yang terdapat dalam pankreas Anda akan masuk ke aliran darah dan memicu masalah kesehatan yang lebih serius, seperti gagal ginjal.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Pankreatitis akut adalah kondisi yang tidak biasa. Konsumsi alkohol berlebihan selama lima sampai sepuluh tahun biasanya akan berdampak awal pada kesehatan melalui pankreatitis akut. Dan jika kebiasaan tersebut berlanjut, pankreatitis dapat berkembang menjadi pankreatitis kronis.

Baca juga: 
Mengapa Biaya Pengobatan Kanker Mahal? Ini Penjelasan Dokter
Hari Kartini: 43 Persen Perempuan Berhasil di Dunia Karir

Beberapa gejala penyakit ini yang umumnya muncul adalah rasa sakit pada perut tepat di belakang tulang rusuk dan menyebar ke bagian punggung. Rasa mual, muntah dan demam juga akan muncul.

Para ilmuwan tidak yakin persis bagaimana alkohol dapat menyebabkan kerusakan pada pankreas. Salah satu teorinya adalah molekul di dalam alkohol dapat mengganggu sel-sel pankreas dan merusak fungsinya.

Meski begitu, memang ada hubungan yang jelas antara konsumsi alkohol dengan pankreatitis akut. Semakin banyak alkohol yang Anda minum, semakin tinggi risiko Anda terkena pankreatitis akut.

BILLBOARD | DRINKAWARE | MEDSCAPE

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Aliansi Kecam Kehadiran Industri Plastik dan Kimia dalam Delegasi Indonesia untuk Negosiasi Perjanjian Plastik

2 jam lalu

Aeshnina Azzahra Aqilani co Captain River Warrior Indonesia (Riverin) Bergabung dalam Pawai untuk mengakhiri Era Plastik, Ottawa, Kanada 21 April 2024. Foto dok: ECOTON
Aliansi Kecam Kehadiran Industri Plastik dan Kimia dalam Delegasi Indonesia untuk Negosiasi Perjanjian Plastik

Kehadiran itu membahayakan tujuan perjanjian, yaitu mengatur keseluruhan daur hidup plastik untuk melindungi kesehatan manusia dan lingkungan.


Sejak 2021, Jokowi 6 Kali Sampaikan Keresahan WNI Pilih Berobat ke Luar Negeri

5 jam lalu

Presiden Joko Widodo melakukan peninjauan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Toto Kabila, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, pada Senin, 22 April 2024. Dalam kunjungannya, Presiden Jokowi meninjau langsung fasilitas dan alat-alat kesehatan yang ada di RSUD tersebut. Foto: Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden
Sejak 2021, Jokowi 6 Kali Sampaikan Keresahan WNI Pilih Berobat ke Luar Negeri

Presiden Joko Widodo atau Jokowi acap menyampaikan keresahannya soal warga negara Indonesia yang berbondong-bondong berobat ke negara lain, alih-alih dalam negeri.


5 Penyebab Sulit Tidur pada Penderita Diabetes

23 jam lalu

Ilustrasi wanita alami kepala pusing saat bangun tidur. Foto: Freepik.com/Jcomp
5 Penyebab Sulit Tidur pada Penderita Diabetes

Ternyata lima masalah ini menjadi penyebab penderita diabetes sulit tidur.


Penelitian Ungkap Pelet Plastik Daur Ulang dari Indonesia Mengandung 30 Bahan Kimia Beracun dengan Konsentrasi Tinggi

1 hari lalu

Konferensi pers kandungan racun dalam pelet plastik daur ulang yang dilakukan Ecoton di Gresik, Jawa Timur, Selasa, 23 April 2024. TEMPO/Nur Hadi
Penelitian Ungkap Pelet Plastik Daur Ulang dari Indonesia Mengandung 30 Bahan Kimia Beracun dengan Konsentrasi Tinggi

Proyek penelitian di 13 negara ini bertujuan meningkatkan kesadaran global tentang bahan kimia berbahaya dalam plastik daur ulang


Jokowi Ungkap PR Besar di Bidang Kesehatan: Pintar kalau Sakit Mau Apa?

1 hari lalu

Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja di Provinsi Sulawesi Barat pada Selasa, 23 April 2024. Mengawali kegiatannya, Presiden Jokowi meninjau Kantor Gubernur Sulawesi Barat yang sempat hancur saat terjadi gempa pada tahun 2021 lalu. Foto: Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden
Jokowi Ungkap PR Besar di Bidang Kesehatan: Pintar kalau Sakit Mau Apa?

Presiden Jokowi mengungkapkan PR besar Indonesia di bidang kesehatan. Apa saja?


Pakta Konsumen Nasional Minta Pemerintah Penuhi Hak Konsumen Tembakau

4 hari lalu

Petugas Bea dan Cukai tengah melakukan pengecekan pita cukai rokok di Kantor Bea dan Cukai, Jakarta, Selasa 19 Desember 2023. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyiapkan 17 juta pita cukai baru untuk memenuhi kebutuhan pada awal tahun 2024. Hal ini juga sejalan dengan penyesuaian tarif cukai hasil tembakau (CHT) pada tahun depan. Tempo/Tony Hartawan
Pakta Konsumen Nasional Minta Pemerintah Penuhi Hak Konsumen Tembakau

Pakta Konsumen Nasional meminta pemerintah untuk memenuhi hak konsumen tembakau di Indonesia.


Definisi Kesehatan Mental Menurut Psikolog, Perlu Dimiliki Setiap Orang

8 hari lalu

Ilustrasi wanita bahagia. Unsplash.com
Definisi Kesehatan Mental Menurut Psikolog, Perlu Dimiliki Setiap Orang

Kesehatan mental lebih dari sekadar gangguan atau kecacatan mental yang diderita seseorang. Psikolog beri penjelasan.


7 Tanda-tanda Kucing Mengalami Dehidrasi

9 hari lalu

Ilustrasi kucing (Pixabay)
7 Tanda-tanda Kucing Mengalami Dehidrasi

Dehidrasi terjadi ketika kucing kehilangan lebih banyak cairan dari yang mereka konsumsi.


Jadi Makanan Khas Lebaran, Ketahui Kandungan Nutrisi dan Manfaat Hati Ayam dalam Sambal Goreng Kentang Ati

16 hari lalu

Menu sambal goreng hati sapi. shutterstock.com
Jadi Makanan Khas Lebaran, Ketahui Kandungan Nutrisi dan Manfaat Hati Ayam dalam Sambal Goreng Kentang Ati

Hati ayam dalam sambal goreng kentang ati, makan khas ketika lebaran, ternyata memiliki manfaat kesehatan. Apa saja?


Hari Kesehatan Sedunia, Akses Pelayanan Bermutu Masih Jadi Harapan

16 hari lalu

Ilustrasi protokol kesehatan / menjaga jarak atau memakai masker. ANTARA FOTO/FB Anggoro
Hari Kesehatan Sedunia, Akses Pelayanan Bermutu Masih Jadi Harapan

Hari Kesehatan Sedunia 2024, diharapkan terwujudnya kesehatan bagi semua agar mendapat akses pelayanan kesehatan bermutu.