Kungsbacka, Produk Ramah Lingkungan dari Botol Plastik

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pada hari cuti bersama Natal dan Tahun Baru ini, tak sedikit pengunjung IKEA Alam Sutera terlihat memadati toko retail asal Swedia tersebut, 26 Desember 2017. Tempo/Muhammad Kurnianto

    Pada hari cuti bersama Natal dan Tahun Baru ini, tak sedikit pengunjung IKEA Alam Sutera terlihat memadati toko retail asal Swedia tersebut, 26 Desember 2017. Tempo/Muhammad Kurnianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Pecinta lingkungan? Anda mungkin tertarik pada produk perangkat dapur ramah lingkungan, Kungsbacka. Yaitu pintu dapur yang terbuat dari plastik botol air minum yang didaur ulang. 

    Eliza Fazia, Marketing Manager IKEA Indonesia mengatakan, produk ini dibuat dari bahan-bahan yang dapat didaur ulang karena sesuai dengan inisiatif keberlanjutan IKEA untuk menjaga kelestarian lingkungan dengan tetap memiliki gaya yang modern dan timeless.

    Baca juga:
    Suka Ngemil? Intip 10 Daftar Camilan Lezat dan Sehat Ini
    Awas, Berdiri Terlalu Lama di Kereta Bisa Sebabkan Varises

    Melalui Kungsbacka,  IKEA mengubah limbah menjadi solusi untuk dapur pelanggan. Selain mengurangi limbah, IKEA juga ingin memberikan manfaat baru pada botol plastik tersebut. Setiap 25 botol plastik ukuran 0,5 liter dapat didaur ulang untuk membuat pintu kabinet dapur seluas 40x80 cm.

    Struktur utama produk-produk KUNGSBACKA terbuat dari kayu daur ulang, sedangkan lapisannya terbuat dari botol plastik. IKEA Indonesia memberikan garansi 25 tahun untuk perangkat dapur ini.

    Baca: Waspada, Bahaya Mengorek Hidung Bisa Radang Otak

    “IKEA ingin membuktikan bahwa barang-barang seperti botol plastik bukanlah sampah limbah, melainkan sebuah sumber daya yang dapat menghasilkan produk yang berkualitas," kata Eliza. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.