Tak Hanya Kim Jong Un, 5 Kepala Negara Ini pun Punya Aturan Unik

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un saat mengunjungi pabrik kosmetik di Pyongyang, 28 Oktober 2017.  KCNA/via REUTERS

    Ekspresi Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un saat mengunjungi pabrik kosmetik di Pyongyang, 28 Oktober 2017. KCNA/via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Potongan rambut Kim Jong Un merupakan salah satu aturan negara yang cukup unik diterapkan kepada masyarakatnya. Pria di Korea Utara wajib memiliki potongan rambut seperti Kim Jong Un, atau dengan kata lain panjang rambut tidak lebih dari 2 cm.

    Baca: Ada 15 Gaya Rambut Wajib di Negeri Kim Jong Un, Maksimal 2 Cm

    Tak cuma peraturan gaya Kim Jong Un yang unik, ternyata beberapa pemimpin negara lain juga pernah menerapkan aturan pemerintah yang unik, bahkan ada yang merugikan. Dilansir dari berbagai sumber, berikut  daftarnya.


    1. Pelarangan janggut, sirkus, dan
    sapi
    Pemimpin Turkmenistan era 1940 sampai 2006, Saparmurat Niyazov, melarang jenggot, sirkus, opera, balet, sapi dan gigi emas di bawah pemerintahannya. Selain itu, rakyat juga harus beradaptasi dengan perubahan nama hari dan bulan dalam satu minggu. Tidak hanya nama penyair dan pahlawan negara, bahkan nama anggota keluarga Niyazov itu sendiri juga dijadikan nama hari atau bulan. Ia bahkan memperkenalkan alfabet baru. Perintah lainnya, Niyazov memerintahkan pembangunan sebuah danau di tengah padang pasir dan juga sebuah resor ski di perbatasan Iran, di mana daerah tersebut tidak ada salju.


    2. Menghancurkan sejarah
    Mao Tse-tung, pemimpin negara Komunis Cina tahun 1893 sampai 1976 mencetuskan pembersihan "intelektualisme" di tahun 1966, dengan cara menghancurkan ribuan bangunan kuno, buku, artefak, barang antik dan lukisan. Mao memandang hal ini sebagai masa lalu, dan merupakan ancaman dari kelas menengah yang, menurutnya, ingin mengembalikan sistem kapitalisme ke Cina. Akibatnya, orang-orang yang dipandang sebagai intelektual melarikan diri. Standar pendidikan Cina saat itu jatuh, ini terlihat dari angka buta huruf pada beberapa negara bagian meningkat menjadi 41 persen.

    Baca juga: Riset Baru: Cokelat Hitam Bisa Mengatasi Stres, Berapa Porsinya?


    3. Mematikan listrik
    Presiden Guinea Ekuatorial tahun 1924 hingga 1979, Francisco Macías Nguema, dikenal dengan penerapan aturan-aturan yang cukup merugikan rakyatnya sendiri. Selama pemerintahannya, Nguema melarang perawatan medis modern, semua obat-obatan dari barat. Ia juga melarang ungkapan-ungkapan intelektual. Bahkan, setiap kali Nguema meninggalkan ibukota negara, ia memerintahkan agar pasokan listrik kota diputus sampai dirinya kembali. Karena, menurut Nguema, menyalakan kelistrikan tidak diperlukan jika dirinya tidak ada.


    4. Panggilan
    unik
    Pemimpin Uganda dari 1925 sampai 2003, Idi Amin Dada, dianggap sebagai salah satu diktator paling mengerikan dalam sejarah. Ia juga memiliki aturan-aturan aneh yang diterapkan kepada masyarakatnya. Salah satunya, Idi ingin dan harus dikenal sebagai  Raja Terakhir di Skotlandia. Dia juga mengganti namanya harus dengan panggilan-panggilan kekuasaan, seperti Yang Mulia, Presiden untuk Kehidupan, Tuan dari Semua Hewan Bumi dan Ikan Laut, juga Penakluk Kerajaan Inggris di Afrika, khususnya di Uganda.


    5. Melarang pemakaian topi motif macan dan
    tongkat
    Presiden Republik Demokratik Kongo, Desire Mobutu, menjabat sejak 1965. Mobutu menganggap dirinya semacam dewa dan memaksakan pemberitaan akan dirinya, dengan menceritakan adegan ia turun dari awan. Mobutu juga melarang siapapun untuk mengenakan topi bermotif macan dan membawa tongkat kayu. Hal ini, menurutnya, akan mengambil kekuatan magis yang dimilikinya. Selanjutnya, Mobutu memenjarakan orang-orang yang tidak memiliki nama-nama Afrika dan mengganti namanya sendiri menjadi Mobutu Sese Seko Nkuku Ngbendu Wa Za Banga (Prajurit yang mahakuasa yang, karena ketekunan dan kemauannya untuk menang, pergi dari penaklukan-penaklukan, meninggalkan api [perang] di belakangnya). Mobutu juga pernah membayar Muhammad Ali dan George Foreman sebesar $5 juta(Rp 69 M) masing-masing untuk bertanding di Uganda. Baca: 6 Gerakan Pemanasan Ini Bisa Cegah Cedera Olahraga

    MIRROR UK | CRACKED


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.