Jumat, 16 November 2018

Akan Jadi Kota Literasi, Para Penyair Berkumpul di Kota Ini

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para siswa-siswi MAN 1 Kota Padang Panjang tengah menulis puisi serentak dalam rangka pemecahan rekor menulis puisi terbanyak bertema anti narkoba yang dicatat oleh Museum Rekor Indonesia (MURI), di halaman sekolah MAN 1, Padang Panjang, Sabtu, 5 Mei 2018. Tempo/Tulus Wijanarko

    Para siswa-siswi MAN 1 Kota Padang Panjang tengah menulis puisi serentak dalam rangka pemecahan rekor menulis puisi terbanyak bertema anti narkoba yang dicatat oleh Museum Rekor Indonesia (MURI), di halaman sekolah MAN 1, Padang Panjang, Sabtu, 5 Mei 2018. Tempo/Tulus Wijanarko

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando mencanangkan Kota Padang Panjang sebagai kota literasi di Lapangan Bancah Laweh, Padang Panjang, Sabtu, 5 Mei. Dia menyambut baik acara ini dan berharap, "Semoga kelak disusul kota-kota lain di Indonesia," kata Bando.

    Bando mengatakan Perpustakaan Nasional selalu akan mendukung program-progam berikutnya yang akan dilaksanakan Padang Panjang. Baca: Jokowi Main 3 Permainan Tradisional, Intip Sejarah dan Aturannya

    Pjs Walikota Padang Panjang Irwan berharap pencanangan ini kian menggairahkan kegiatan literasi di kota itu. Apalagi dari kota ini telah lahir tokoh-tokoh nasional yang bergerak di bidang literasi.

    Momentum pencanangan ini dirangkai dengan berbagai kegiatan literasi, yakni Temu Penyair Asia Tenggara pada 3 hingga 6 Mei, peluncuran antologi puisi Epitaf Kota Hujan, dan pemecahan rekor penulisan puisi terbanyak tentang Narkoba pada 5 Mei. Baca: 4 Makanan Ini Bisa Bantu Anda Ingat Mimpi

    Temu Penyair Asia Tenggara dihadiri oleh penyair-penyair dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Brunei Darussalam,  dan Timor Leste. Para penulis puisi itu berdiskusi dalam seminar dan tampil dalam panggung-panggung kesenian.

    Puisi-puisi penyair itulah yang dihimpun dalam antologi Epitaf Kota Hujan diluncurkan Sabtu, 5 Mei 2018. Buku yang dikuratori Sulaiman Juned, Iyut Fitra, dan Ahmadun Yosi Herfanda ini juga memuat karya penyair dari Vietnam, Filipina. Baca: LPDP Dibuka, Intip Berburu Beasiswa dengan Komunitas

    Sedangkan upaya pemecahan rekor penulisan MURI diikuti 18.333 siswa se-Padang Panjang--dari SD hingga SMA. Para siswa menulis puisi bertema anti-narkoba secara serentak dari sekolah masing-masing.

    Di MAN 1 Padang Panjang, misalnya, 350 siswa ikut dalam pemecahan rekor ini. Mereka menulis puisi bersama di area lapangan sekolah yang luas. Acara di sini juga dihadiri sebagian peserta Temu Penyair. Mereka bergantian membaca puisi bersama siswa MAN.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kalender Lengkap Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2019

    Pemerintah telah merilis jadwal soal hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2019. Sudah siap merancang kegiatan untuk mengisi libur?