Tangani Anak Generasi Milenial, Simak Pola Asuh Ini

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak dan orang tua bermain gadget. itechgadget.com

    Ilustrasi anak dan orang tua bermain gadget. itechgadget.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Setiap orang tua pada dasarnya ingin memberikan yang terbaik bagi anak. Seiring dengan berkembangnya zaman, pola asuh anak pun harus disesuaikan. Menurut psikolog anak dan keluarga Ajeng Raviando pola asuh positive parenting dinilai tepat bagi orang tua masa kini untuk diterapkan kepada anaknya yang merupakan generasi milenial.

    Ajeng menjelaskan bahwa pola asuh positive parenting dapst membantu orang tua menerapkan disiplin efektif tanpa kehilangan momen menyenangkan bersama anak. "Pola asuh ini menekankan pada sesuatu yang positif. Tidak ada kalimat negatif atau menyalahkan anak seperti 'gitu saja enggak bisa', atau 'yang lain bisa kenapa kamu enggak bisa'," ujar Ajeng dalam acara Homework Rescue Creative Workshop yang digelar HP bersama Disney, di Jakarta, Jumat 11 Mei 2018.

    "Pola asuh ini melihat sisi positif anak, kemudian anak memiliki kesempatan bersuara," lanjut dia. Baca: Seragam Pramugari Garuda Indonesia dari Masa ke Masa

    Lebih lanjut, Ajeng membagian cara-cara untuk menerapkan pola asuh positive parenting ini. Pertama, orang tua diharap menjadi model yang baik dengan menjadi teladan untuk anak. Selanjutnya, meluangkan waktu berkualitas secara rutin dengan anak. "Menemani anak mengerjakan PR, misalnya," kata Ajeng.

    Orang tua juga diharap fokus pada perilaku positif anak. "Memberikan pujian kepada anak. Orang tua tidak melulu fokus pada prestasi anak, jika anak memiliki perilaku yang baik, suka menolong, itu lebih baik," kata Ajeng. Baca: Heboh Sule Cerai, Sule Pernah Dihukum dengan Selendang Isi Batu

    Selain itu, orang tua juga harus memberikan konsekuensi logis, bersikap tegas, disiplin, jelas dan konsisten. "Saat mengerjakan Pekerjaan Rumah misalnya, kasih pilihan, kalau tidak segera dikerjakan konsekuensinya bisa jadi PR-nya enggak selesai, bisa jadi pagi kebingungan," ujar Ajeng.

    Cara selanjutnya adalah melakukan diskusi dan negoisasi dengan anak. Menurut Ajeng, tua harus memonitor apa yang dikerjakan anak, mengingatkan manajemen waktu untuk melakukan sesuatu dengan tuntas. Orang tua juga harus menciptakan komunikasi efektif dengan anak. "Misalnya, orang tua bisa sharing pengalaman saat dulu tidak mengerjakan PR, sehingga anak juga merasa bahwa orang tuanya pernah di posisi mereka," kata Ajeng. Baca: Kiat Menaklukan Cewek Cantik dan Calon Mertua ala Raditya Dika

    Selain itu, untuk menerapkan pola asuh positive parenting, orang tua juga diharap dapat memberi ruang tumbuh dan memberi kesempatan bagi anak untuk melakukan kesalahan. "Ini penting karena anak bisa belajar dari kesalahan," ujar Ajeng.

    Terakhir, orang tua harus memberikan cinta tanpa syarat. "Orang tua harus memahami anak punya keunggulan dan potensi yang dimiliki," kata Ajeng.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.