Penghasilan Dokter Lebih Besar dari Penyanyi? Ini Kata Tompi

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyanyi Tompi berpose diantara foto karyanya yang dipamerkan saat peluncuran album terbarunya di Galeri Foto Okatgon, Jakarta, 2 November 2016. Dalam album Romansa tersebut, Tompi juga menghadirkan single Bawa Daku yang duet dengan artis Dian Sastrowardoyo. TEMPO/Nurdiansah

    Penyanyi Tompi berpose diantara foto karyanya yang dipamerkan saat peluncuran album terbarunya di Galeri Foto Okatgon, Jakarta, 2 November 2016. Dalam album Romansa tersebut, Tompi juga menghadirkan single Bawa Daku yang duet dengan artis Dian Sastrowardoyo. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Saking banyaknya pasien yang ingin melakukan bedah plastik, Tompi terpaksa buka praktek akhir pekan. Mayoritas pasien berusia 25 tahun ke atas, dari sosialita sampai seleb terkenal.

    “Pokoknya saya sibuk banget mengurus wajah tante-tante Jakarta sekarang,” imbuhnya.

    Baca juga:
    Bom Surabaya: Waspada Stres Pasca Trauma, Cek Solusi Ahli
    Kebal Antibiotik, Waspada Bakteri Pseudomonas di Sungai CItarum
    Perceraian Meningkat 400 Persen, Tilik 3 Penyebab Utamanya

    Sayang, Tompi merahasiakan daftar seleb yang menjadi pasiennya. “Waduh berani bayar berapa nih, kalau saya memberi tahu Anda?” seloroh Tompi lalu tertawa.

    Kabarnya, beberapa seleb yang diam-diam mendatangi Tompi antara lain Via Vallen, Vanessa Angel, dan Chacha Frederica. 

    Kabar lain menyebut, pendapatan Tompi dari klinik kecantikan lebih besar ketimbang mengamen di sejumlah daerah. Pemilik album T dan Playful menjelaskan kabar itu tak sepenuhnya tepat.

    “Kalau sedang banyak jadwal menyanyi tentu saya mendapat uang yang banyak juga. Yang penting bisa membayar jasa ojek daring kalau malam-malam kelaparan,” kelit Tompi tanpa bersedia merinci berapa penghasilan bulanan dari klinik Beyoutiful.

    TABLOIDBINTANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kombatan ISIS asal Indonesia yang Terdeteksi di Suriah dan Irak

    Pada 2017, BNPT memperkirakan seribu lebih WNI tergabung dengan ISIS. Kini, kombatan asal Indonesia itu terdeteksi terserak di Irak dan Suriah.