Rabu, 24 Oktober 2018

Agar Kulit Tidak Kering, Pakai Tabir Surya setelah Wudu

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tabir surya

    Tabir surya

    TEMPO.CO, Jakarta - Berpuasa bukan jadi halangan dalam menjaga kulit tetap sehat. Sebagai masyarakat yang tinggal di negara tropis, sinar matahari yang terik dapat berdampak buruk bagi kulit bila Anda tidak memakai pelindung apa pun. Baca: Sambut Ramadan, Ini Ucapan Donald Trump Hingga Justin Trudeau

    Dokter kulit Ariana Suryadewi Soejanto mengingatkan untuk tidak lupa memakai tabir surya sebelum terpapar sinar matahari, setidaknya 15 menit sebelum keluar rumah.

    Sebaiknya tabir surya dioleskan secara rutin setiap 2-3 jam, apalagi bila luntur setelah berwudhu untuk menyucikan diri sebelum beribadah. "Setelah wudu, gunakan kembali tabir surya," kata Ariana di Jakarta beberapa waktu lalu. Baca: Ibadah Puasa Khawatir Maag Kambuh? Justru Puasa Sembuhkan Maag

    Di negara tropis seperti Indonesia, rata-rata nilai Sun Protection Factor (SPF) dalam tabir surya yang direkomendasikan adalah 30. Semakin besar angka SPF, maka kulit lebih lama terlindung dari paparan sinar matahari.

    Selain tabir surya, dia juga mengingatkan untuk selalu menggunakan pelembab agar kulit tidak kering selama berpuasa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Saham Lippo yang Jebol dan yang Melambung Dihantam Kasus Meikarta

    Jebloknya saham perusahaan-perusahaan Grup Lippo telah dimulai Selasa 16 Oktober 2018, sehari setelah KPK menangkap dan menetapkan Bupati Bekasi.