Minggu, 19 Agustus 2018

Puasa Ramadan 2018: Mengapa Sayur Harus Ada Saat Sahur dan Buka?

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi vegan atau sayur (pixabay.com)

    ilustrasi vegan atau sayur (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Dengan cuaca ekstrem saat puasa Ramadan 2018 seperti ini, apa siasatnya agar tubuh tetap fit dan aktivitas sehari-hari tak terganggu?

    Ahli gizi komunitas, dr Tan Shot Yen, menganjurkan untuk perbanyak sayur dan buah pada menu sahur atau berbuka puasa Anda. “Sebab, serat yang alami, selain memberi rasa kenyang lebih lama, mereka menahan laju kecepatan cerna gula,” katanya saat dihubungi Tempo.co pada Kamis, 17 Mei 2018.

    Baca juga:
    Agar Sehat, Ini Kebutuhan Nutrisi Anda pada Jenjang Usia 20 - 30an
    Awas Ancaman Kesehatan dari Belanja Online, Ini Kata Ahli

    Dengan konsumsi sayur dan buah di saat sahur, kemungkinan Anda akan terbebas dari rasa lapar, serta memiliki fokus yang lebih tajam. Menurut dr Tan, sayur dan buah dapat membuat mood lebih baik dan mulut Anda tidak berbau.

    Selain sayur dan buah, ada beberapa makanan yang dianjurkan dr Tan untuk disantap saat sahur ataupun berbuka. “Sup, soto, dan makanan berkuah lain sangat bersahabat untuk perut,” katanya.

    Saat sahur, terkadang perut Anda masih kembung dan tidak bisa “dijejali” banyak makanan. Konsumsi makanan berkuah akan membuat perut terasa nyaman dan hangat. 

    Baca: Hasil Survei Global, Gaji Pria 16 Persen Lebih Tinggi dari Wanita

    Begitupun saat berbuka puasa. Mengkonsumsi makanan berkuah, kata dr Tan, dianggap dapat mempersiapkan lambung Anda untuk menerima makanan yang lebih padat ketika makan malam nantinya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika Liku Crazy Rich Asians

    Film komedi romantis Crazy Rich Asians menarik banyak perhatian karena bersubjek keluarga-keluarga superkaya Asia Tenggara. Berikut faktanya.