Rabu, 24 Oktober 2018

Dukungan Orang Tua Seperti Apa yang Membuat Karir Anak Sukses?

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi anak dan orang tua (pixabay.com)

    ilustrasi anak dan orang tua (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Orang dewasa muda yang mendapat dukungan keuangan dari orang tua mereka, memiliki kesuksesan profesional yang lebih besar. Hal tersebut diungkapkan dalam penelitian yang dilakukan North Caroline University. Penelitian ini menyoroti ketimpangan sosial yang disebarkan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

    "Pertanyaan yang mendasari proyek ini adalah apakah dukungan orang tua memberi anak-anak dewasa keuntungan atau menghalangi perkembangan mereka," kata Anna Manzoni, profesor sosiologi di North Carolina State University.

    Baca juga:
    The Prince Harry, Ini Pub Baru Jelang Pernikahan Pangeran Harry
    Puasa Ramadan 2018: Mengapa Sayur Harus Ada Saat Sahur dan Buka?
    Agar Sehat, Ini Kebutuhan Nutrisi Anda pada Jenjang Usia 20 - 30an

    Manzoni melihat data pada 7.542 orang dewasa Amerika Serikat berusia antara 18 dan 28 tahun. Data berasal dari Studi Panel Dinamika Pendapatan ini mengumpulkan data dari peserta penelitian dari waktu ke waktu. Data tersebut memungkinkan peneliti untuk melacak status pekerjaan individu. Status ini mencerminkan pendidikan dan penghasilan rata-rata orang dalam suatu pekerjaan.

    "Dengan menggunakan model yang memperhitungkan variabel individu dan tingkat keluarga lainnya, saya menemukan bahwa bantuan orang tua dapat membantu atau menghalangi orang muda, tergantung pada sifat bantuan," tambah Manzoni, penulis makalah tentang pekerjaan tersebut.

    Secara khusus, Manzoni menemukan bahwa semakin banyak dukungan keuangan langsung yang diterima orang dewasa muda dari orang tua mereka, semakin tinggi status pekerjaan mereka. Ini terutama berlaku untuk lulusan perguruan tinggi yang mendapat dukungan langsung dari orang tua mereka.

    Di sisi lain, orang dewasa muda yang menerima dukungan keuangan tidak langsung dengan tinggal di rumah memiliki status pekerjaan yang lebih rendah. Hal ini terjadi terutama untuk lulusan perguruan tinggi.

    Dengan kata lain, lulusan perguruan tinggi yang mendapat uang dari orang tua mereka sangat baik secara professional. Sementara lulusan perguruan tinggi yang tinggal di rumah ditemukan sangat buruk.

    Temuan ini menyoroti satu cara bahwa ketidaksetaraan sosial dibawa ke depan dari generasi ke generasi. “Sebagian besarorang tua ingin mendukung anak-anak mereka, tetapi tidak semua keluarga dapat memberikan uang kepada anak-anak mereka saat memasuki usia dewasa. Anak-anak yang keluarganya mampu memberikan dukungan langsung mempunyai karir sangat baik. Keluarga lain menawarkan satu-satunya dukungan yang mereka mampu, dengan menawarkan tempat tinggal kepada anak-anak mereka. Tetapi hal ini tampaknya berdampak buruk pada hasil karier anak-anak tersebut,” kata Manzoni.

    EUREKALERT | NCSU | ANGGIANDINI PARAMITA MANDARU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Saham Lippo yang Jebol dan yang Melambung Dihantam Kasus Meikarta

    Jebloknya saham perusahaan-perusahaan Grup Lippo telah dimulai Selasa 16 Oktober 2018, sehari setelah KPK menangkap dan menetapkan Bupati Bekasi.