Senin, 20 Agustus 2018

Jerawat Batu, Apa Bedanya dengan Jerawat Biasa? Intip Obatnya

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bekas jerawat. Pixabay.com

    Ilustrasi bekas jerawat. Pixabay.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kemunculan jerawat batu atau Nodular Acne sangat mengganggu. Selain mengganggu penampilan, keberadaan jerawat batu menimbulkan rasa sakit dan mengganggu organ lain di sekitar wilayah kulit tempat munculnya jerawat.

    Menurut situs kesehatan Medical News Today, jerawat batu tidak sama dengan jerawat pada umumnya. Jerawat batu tidak memiliki puncak memutih berisi lemak kulit pada permukaannya. Jerawat batu cenderung mengeras, dan keberadaannya bertahan lebih dari empat minggu. Pada beberapa kasus, jerawat batu juga dapat mempengaruhi organ tubuh lain. Seperti rasa sakit ketika melakukan gerakan tertentu, atau ketika berada dalam keadaan diam.

    Baca juga:
    Dukungan Orang Tua Seperti Apa yang Membuat Karir Anak Sukses?
    The Prince Harry, Ini Pub Baru Jelang Pernikahan Pangeran
    Harry
    Puasa Ramadan 2018: Mengapa Sayur Harus Ada Saat Sahur dan Buka?

    Jerawat batu banyak muncul di wajah, dada dan punggung. Menurut Medical News Today, jerawat ini muncul karena pori-pori tersumbat minyak yang berasal dari kelenjar minyak (Sebum) bercampur dengan sel kulit mati. Keberadaan jerawat batu akan semakin parah, bila sumbatan pada pori terinfeksi bakteri jerawat bernama P.acne.

    Bakteri yang terjebak dalam pori-pori tersumbat dapat menginfeksi jaringan kulit di bawahnya. Akibatnya, terdapat jaringan yang menebal dan mengeras disertai pembengkakan berwarna kemerahan. “Karena itu, jerawat batu tidak dapat diatasi dengan membuka pori-pori kulit atau dengan cara mengeluarkannya,” tulis Dokter Cynthia Cobb, Spesialis perawatan kulit, estetika dan kesehatan perempuan dari The Medical Spa Allure, seperti yang dikutip Medical News Today, Kamis 17 Mei 2018.

    Penyembuhan jerawat batu menurut Cobb hanya dapat dilakukan dengan beberapa cara yang memerlukan pemberian obat yang lebih spesifik. Seperti antibiotik minum, Isotretinoin untuk keadaan jerawat sudah sangat parah, salep tropical, krim antibiotik dan retinoids. “Tapi pemberian obat itu dosisnya tidak boleh lebih dari seminggu, karena memiliki beberapa efek samping seperti kulit kering hingga mimisan,” ujar Cobb.

    Ahli kecantikan dari Walden University ini pun menyarankan pengobatan alami. Cobb mencontohkan, penggunaan potongan apel atau taburan bubuk kayu manis pada kulit yang ditumbuhi jerawat batu. Bila pengobatan alami itu tidak dapat mengatasi infeksi dan pembengkakan pada jerawat, sebaiknya segera dikonsultasikan kepada dermatologis.

    MEDICALNEWSTODAY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Twice Konser Di Jakarta

    Twice akan mengunjungi Jakarta pada 25 Agustus 2018. Konser ini adalah pertunjukan pertama mereka di Indonesia. Berikut fakta-fakta tentang mereka.