Menantu Hatta Rajasa Meninggal Dunia, Intip Macam Kanker Kulit

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Kanker Kulit. wikimedia.org

    Ilustrasi Kanker Kulit. wikimedia.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Berita duka datang dari salah satu anak politisi Hatta Rajasa, Rasyid Rajasa. Istri Rasyid, Adara Taisa, telah meninggal dunia di salah satu rumah sakit di Tokyo. Rasyid dan Adara Taisa sendiri baru lima bulan menikah dan memutuskan untuk pindah ke Tokyo. Meskipun belum dinyatakan dengan pasti, apa penyebab kematian Adara, diduga Adara Taisa menderita kanker kulit, terlebih dengan penampilannya akhir-akhir ini yang semakin kurus. Baca: Resmi Menikah, Ini Janji Pangeran Harry pada Meghan Markle

    Sebagian besar kanker kulit adalah kanker lokal yang bersifat merusak dengan ganas pertumbuhan kulit. Mereka berasal dari sel-sel epidermis, yaitu lapisan superfisial dan terluar kulit. Beberapa besar jenis kanker kulit umumnya jarang menyebar ke bagian tubuh dan mengancam jiwa.

    Diberitakan Medicine Net, ada tiga jenis utama kanker kulit, yaitu karsinoma sel basal, karsinoma sel skuamosa, dan melanoma. Bentuk lain kanker kulit yang langka termasuk limfoma, kanker sel Merkel, dan sarkoma serta tumor kelenjar rambut dan keringat.

    Karsinoma sel basal adalah kanker paling umum yang terjadi pada manusia. Lebih dari 1 juta kasus baru karsinoma sel basal didiagnosis tiap tahunnya di Amerika Serikat.

    Karsinoma sel basal bisa muncul pada kepala atau leher, dan awal kemunculannya berupa bercak pucat atau sebuah benjolan. Anda mungkin juga akan melihat pembuluh darah atau lekukan di pusat tonjolan. Jika karsinoma muncul di dada, mungkin terlihat lebih seperti bekas luka kecoklatan. Ketika kanker berkembang, dapat berdarah jika terluka atau cairan dan menjadi berkerak di beberapa daerah. Baca: Penghormatan Pangeran Harry kepada Putri Diana di Hari Spesialnya

    Karsinoma sel skuamosa juga dapat berkembang sebagai benjolan pada kulit. Benjolan keras ini biasanya terasa kasar di permukaan, tidak seperti penampilan karsinoma sel basal yang halus. Jika tidak berbentuk ruam, kanker dapat tumbuh seperti tambalan yang kemerahan dan juga bersisik.

    Tidak seperti ruam kulit yang hilang seiring berjalannya waktu, bercak yang kasar ini terus berkembang secara perlahan. Jenis kanker ini biasanya ditemukan di kepala, leher, tangan atau lengan. Tetapi, mereka juga dapat berkembang di area lain, seperti daerah genital atau bekas luka kulit.

    Tahi lalat hampir selalu tidak berbahaya dan sangat jarang berubah menjadi kanker kulit. Jika tahi lalat menjadi kanker, itu akan menjadi melanoma. Tanda awal melanoma dapat dilihat pada perbedaan tahi lalat; asimetrinya, perubahan warna, diameter yang meluas, atau perubahan lain yang berkembang dapat menandakan bahwa itu adalah melanoma. Baca: Biaya Keamanan Pernikahan Meghan Markle Rp 607 Miliar

    Sementara banyak kanker kulit berkembang di daerah yang terkena sinar matahari, mereka juga dapat berkembang di daerah-daerah yang biasanya tersembunyi dari matahari. Selain memeriksa kaki, badan, lengan, wajah dan leher, penting untuk mencari tanda-tanda kanker kulit di area antara jari-jari kaki, di bawah kuku, telapak tangan dan telapak kaki, alat kelamin dan bahkan mata Anda. Baca: Berjuta Khasiat Kolang Kaling, Segar dan Sehat untuk Jantung

    Untuk itu, pemeriksaan yang rutin pada kulit untuk setiap pertumbuhan yang baru atau tidak biasa, seperti perubahan ukuran, bentuk atau warna, adalah kunci untuk menemukan dan mengobati kanker kulit sejak dini. Jika Anda menemukan sesuatu yang mencurigakan, Anda harus berkonsultasi dengan dokter perawatan primer Anda atau dokter kulit.

    CANCERCENTER | MEDICINENET


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.