Pasangan Baru Sering Buat 4 Kesalahan Keuangan Ini

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi keuangan. TEMPO/Subekti

    Ilustrasi keuangan. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketika Anda menikah, artinya Anda menggabungkan dua kehidupan yang sebelumnya terpisah menjadi sebuah hubungan yang berjalan pada tujuan bersama. Hal ini bisa menjadi transisi yang sulit, terutama soal keuangan. Baca: 5 'Pelanggaran' di Pernikahan Pangeran Harry - Meghan Markle

    Dikutip dari The Balance, kebanyakan orang tidak melihat kecocokan soal prinsip keuangan ketika mereka mulai berkencan. Ketika saatnya menggabungkan prinsip tersebut tiba, yakni menikah, Anda dan pasangan bisa jadi akan kaget. Berikut adalah empat kesalahan finansial yang tidak Anda inginkan sebagai pengantin baru.

    1. Tidak punya anggaran atau rencana
    Penting untuk memiliki anggaran dan rencana jangka panjang. Dalam rencana jangka panjang, Anda harus memasukkan tujuan finansial untuk pensiun, kepemilikan rumah dan memulai sebuah keluarga. Penting bagi Anda untuk duduk dan membicarakan hal ini sebelum Anda menikah. Diskusi kecil tentang apa tujuan Anda dan garis waktu yang fleksibel dapat membuat budgeting jauh lebih mudah untuk mencapai pemikiran dan tujuan keuangan yang sama. Pastikan untuk menyesuaikan keadaan kembali setelah Anda mulai memiliki anak. Baca: Penderita Kanker Minta BPJS Kesehatan Tanggung Obat Mahal Ini

    2. Berbohong
    Anda seharusnya tidak membuat kebiasaan untuk berbohong kepada pasangan Anda tentang apa pun ketika bicara soal finansial. Beberapa wanita sering bercanda dengan menyembunyikan tas belanjanya dari suaminya sebelum pasangan mereka pulang, tetapi hal itu dapat menyebabkan masalah keuangan yang serius dalam suatu hubungan. Pastikan bahwa Anda berdua saling jujur dalam hal keuangan dan Anda benar-benar terbuka tentang situasi keuangan Anda saat ini. Jika ada sesuatu yang mengganjal ketika Anda berbicara soal uang, Anda harus menganggap ini sebagai tanda peringatan dan carilah konseling sebelum Anda menikah.

    3. Menggabungkan finansial sebelum menikah
    Ada banyak alasan mengapa Anda harus menunggu untuk menggabungkan keuangan sampai Anda menikah. Undang-undang ditetapkan untuk melindungi pasangan yang sudah menikah. Anda mungkin mengalami masalah jika Anda membeli rumah bersama atau mengambil utang satu sama lain. Gunakan anggaran masing-masing dalam setiap keperluan atau Anda dan pasangan dapat secara bergantian mengeluarkan uang. Ini jauh lebih adil. Sangat penting untuk memiliki rencana. Jika Anda berencana melunasi utang pasangan Anda, maka Anda harus menunggu sampai Anda menikah untuk melakukan ini. Baca: Ini Perbedaan Tiara Meghan Markle dan Kate Middleton

    4. Memisahkan keuangan setelah menikah
    Ada beberapa alasan yang sah untuk menjaga keuangan Anda terpisah setelah Anda menikah. Jika ada masalah seperti kebiasaan istri belanja berlebihan, Anda mungkin perlu berusaha membangun kepercayaan antara satu sama lain melalui anggaran rumah tangga. Jika tidak, Anda harus menganggarkan semua uang Anda bersama dan bekerja menuju tujuan bersama. Ini berarti tidak ada tabungan tersembunyi atau kartu kredit. Anda harus duduk bersama satu sama lain secara teratur dan memastikan Anda mencapai tujuan Anda. Jika pasangan Anda tidak menggabungkan finansial setelah menikah, dia mungkin menyembunyikan masalah yang lebih besar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kombatan ISIS asal Indonesia yang Terdeteksi di Suriah dan Irak

    Pada 2017, BNPT memperkirakan seribu lebih WNI tergabung dengan ISIS. Kini, kombatan asal Indonesia itu terdeteksi terserak di Irak dan Suriah.