Rabu, 24 Oktober 2018

Cucu Aa Gym Meninggal Dunia: SIDS Penyebabnya? Apa Itu?

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bayi. indiatimes.com

    Ilustrasi bayi. indiatimes.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kabar duka datang menyelimuti salah satu pemuka agama Indonesia, Abdullah Gymnastiar atau akrab disapa Aa Gym. Cucu perempuan dari anak ketiga Aa Gym, Gheziya Naura Khadija,  telah meninggal dunia dalam usia dua bulan. 

    Informasi ini diketahui pertama kali saat putri sulung Aa Gym, Ghaida Tsurayya, mengunggah foto almarhumah di media sosial Instagramnya. Beredar kabar bahwa cucu Aa Gym tersebut terkena sindrom SIDS.

    Dilansir dari Baby Center, sindrom kematian bayi mendadak atau Sudden Infant Death Syndrome(SIDS) adalah sebuah diagnosis yang diberikan saat seorang anak berusia di bawah satu tahun meninggal secara mendadak. Di Amerika Serikat, SIDS adalah penyebab utama kematian untuk bayi dengan usia antara 1 bulan dan 1 tahun. 90 persen kasus SIDS melibatkan bayi yang lebih muda dari 6 bulan.

    Baca juga: Pasangan Baru Sering Buat 4 Kesalahan Keuangan Ini

    Penyebab kematian itu sendiri tidak diketahui setelah dilakukan otopsi ataupun tinjauan riwayat medis anak tersebut. Kejadian ini dapat terjadi tanpa peringatan, maka dari itu bisa sangat mengagetkan pihak keluarga.

    Menurut Centers for Disease Control and Prevention(CDC), setiap tahunnya sebanyak 1600 bayi meninggal akibat SIDS. Sedangkan, sekitar 900 bayi lainnya meninggal setiap tahun karena sesak napas atau tercekik ketika tidur. Dan sekitar 1200 bayi meninggal setiap tahun selama tidur dengan alasan yang tidak diketahui.

    Meskipun belum ada kepastian secara ilmiah, secara umum kematian bayi akibat SIDS paling sering terjadi pada malam hari, antara jam 8 malam dan 8 pagi.

    Dokter menganggap beberapa bayi memiliki gen atau perubahan pada gen mereka yang menyebabkan masalah kesehatan tertentu yang dapat menyebabkan SIDS, dikutip dari WebMD.

    Sampai saat ini, belum ditemukan cara untuk menguji permasalahan tersebut. Namun, para peneliti menemukan beberapa hal yang dianggap dapat meningkatkan risiko seorang bayi terkena SIDS. Seperti, masalah cacat otak, berkisar di usia 6 bulan pertama, stres akan sesuatu; misalnya posisi tidur yang buruk, perokok pasif, atau infeksi saluran pernapasan.

    Yang perlu diingat, jika bayi hanya memiliki salah satu masalah seperti yang telah disebutkan, tidak diindikasikan dapat terkena SIDS.

    BABYCENTER | WEBMD


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Saham Lippo yang Jebol dan yang Melambung Dihantam Kasus Meikarta

    Jebloknya saham perusahaan-perusahaan Grup Lippo telah dimulai Selasa 16 Oktober 2018, sehari setelah KPK menangkap dan menetapkan Bupati Bekasi.