Minggu, 19 Agustus 2018

Filosofi di Setiap Desain SLANKED, Sepatu Lokal ala Slank

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kaka, vokalis Slank mengenalkan produk sepatu kolaborasi Slank dengan Eagle berlabel SLANKed di FX Mall, Jakarta 23 Mei 2018. SLANKed terdiri dari 5 jenis sepatu yang masing-masing mewakili setiap personel Slank. TEMPO/Nurdiansah

    Kaka, vokalis Slank mengenalkan produk sepatu kolaborasi Slank dengan Eagle berlabel SLANKed di FX Mall, Jakarta 23 Mei 2018. SLANKed terdiri dari 5 jenis sepatu yang masing-masing mewakili setiap personel Slank. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Band legendaris tanah air, Slank telah resmi meluncurkan brand sepatu milik mereka sendiri, yaitu SLANKED. Peluncuran sepatu lokal ini diadakan pada 23 Mei 2018 di Jakarta.

    SLANKED memiliki lima jenis sepatu, di mana kelima sepatu tersebut mewakili tiap anggota personil band. Kelima anggota Slank turut hadir dalam peluncuran tersebut, dan menjelaskan lebih lanjut mengenai desain dan makna dibaliknya.

    Baca juga:
    Jakarta Fair Kemayoran 2018 Dibuka, 6 Simak Keunikannya
    THR, Simak 4 Kisah Bonus Hari Raya dari Negeri Donald Trump
    Busana Warna Apa yang Cocok untuk Kencan Pertama? Intip Risetnya

    Abdee(gitaris), memiliki desain sepatu sneakers dengan simbol mata di tiap sisi sepatunya. “Saya selalu bermasalah sama mata. Mata disini, maksudnya mata hati. Kita melihat seseorang berbicara, menghargai seseorang, juga melihat ketulusan orang melalui mata hatinya. Itu filosofinya,” ungkap Abdee dalam peluncuran tersebut.
    Sepatu yang didesain Abdee dipajang dalam peluncuran SLANKED, sepatu lokal hasil karya SLANK pada 23 Mei 2018 di FX, Jakarta.(TEMPO/Anastasia Davies)

    Baca juga:
    Jakarta Fair Kemayoran 2018 Dibuka, Simak 6 Keunikannya
    THR, Simak 4 Kisah Bonus Hari Raya dari Negeri Donald Trump
    Busana Warna Apa yang Cocok untuk Kencan Pertama? Intip Risetnya

    Ridho(gitaris) juga menjelaskan filosofi dibalik pemilihan desain sepatunya. Dengan model high sneakers, pada sisi kanan sepatu terdapat kantong kecil yang menghiasi. Pada sisi kiri sepatu terdapat resleting yang bisa dibuka hingga hampir mencapai bawah sol sepatunya.
    Sepatu yang didesain Ridho dipajang dalam peluncuran SLANKED, sepatu lokal hasil karya SLANK pada 23 Mei 2018 di FX, Jakarta.(TEMPO/Anastasia Davies)

    “Kenapa ada kantong, biar simple kalau gue bawa pick gitar. Terus, kenapa pakai resleting biar lebih mudah kalau mau masuk masjid buka sepatu,” ucap Ridho diiringi tawanya. Tidak ketinggalan lambang yang melambangkan Ridho dalam band Slank yaitu tulisan “Peace is My Religion” pada sol sepatunya.

    Ivan sebagai basis memiliki filosofi yang tidak kalah unik. Menurutnya, tema desain sepatu yang dibuatnya adalah not balok pada tangga nada, F#.
    Sepatu yang didesain Ivan dipajang dalam peluncuran SLANKED, sepatu lokal hasil karya SLANK pada 23 Mei 2018 di FX, Jakarta.(TEMPO/Anastasia Davies)
    Simbol ini juga melambangkan dirinya dalam band Slank. “F# di not balok lambang untuk bass. Filosofinya, orang yang pakai sepatu ini harus bersemangat tinggi, tapi karena kunci F# itu low, jadilah melambang pribadi yang bersemangat namun tetap low profile,” kata Ivan menjelaskan makna desain sepatunya.

    Untuk Kaka(vokalis) punya cerita tersendiri dibalik pembuatan sepatu miliknya. “Dulu gue selalu bawa sepatu dua kalau tur.
    Sepatu yang didesain Kaka dipajang dalam peluncuran SLANKED, sepatu lokal hasil karya SLANK pada 23 Mei 2018 di FX, Jakarta.(TEMPO/Anastasia Davies)
    Satu buat manggung satu buat olahraga. Makanya, digabungin deh sepatu lari dan sepatu manggung,” ungkapnya. Sepatu SLANKED milik Kaka juga terdapat gambar ikan pada solnya, yang merupakan lambang dirinya dalam band.

    Terakhir, secara singkat Bimbim menjelaskan makna desain sepatu hang dibuatnya. “Simple, terus bagian belakang sepatu juga bisa diinjak. Ya, biar gampang dipakainya, nggak ribet,” kata Bimbim.
    Sepatu yang didesain Bibim dipajang dalam peluncuran SLANKED, sepatu lokal hasil karya SLANK pada 23 Mei 2018 di FX, Jakarta.(TEMPO/Anastasia Davies)
    Pada bagian kiri sepatu, Bimbim menambahkan simbol lingkaran dengan huruf X di dalamnya. “Circle X itu lambang gue di Slank.”

    Slank bersama PT. GF Indonesia(Eagle) melakukan kolaborasi dalam pembuatan sepatu lokal dengan tujuan masyarakat Indonesia akan lebih mencintai produk dalam negeri. Pemesanan sepatu dapat dilakukan melakui situs resmi milik EAGLE maupun melalui Slank Store.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika Liku Crazy Rich Asians

    Film komedi romantis Crazy Rich Asians menarik banyak perhatian karena bersubjek keluarga-keluarga superkaya Asia Tenggara. Berikut faktanya.