Hoax Gratis Kupon McDonalds, Awas Peretas Jahat

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pencari kerja memberikan lamaran pekerjaan di gerai restoran siap saji McDonald's di kawasan Cut Meutia, Bekasi, Jawa Barat, 9 April 2018. TEMPO/Tony Hartawan

    Para pencari kerja memberikan lamaran pekerjaan di gerai restoran siap saji McDonald's di kawasan Cut Meutia, Bekasi, Jawa Barat, 9 April 2018. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Siapa yang tidak suka bila mendapat iming-iming gratisan. Akhir-akhir ini beredar pesan berantai melalui aplikasi berbagi pesan WhatsApp bahwa restoran cepat saji McDonalds sedang membagikan kupon gratis makanan bagi orang-orang yang mengklik tautan.

    "McDonalds Indonesia memberi setiap orang kupon gratis Rp 255.00,00," demikian pesan tersebut tertulis, diikuti tautan yang harus diklik untuk mendapatkan kupon.

    Baca: Apa Arti Topi Bagi Wanita Inggris? Ini Dia Sejarahnya

    Melalui Twitter, @McDonalds_ID menyatakan kabar tersebut tidak benar dan semua promosi terkait dengan restoran tersebut dapat diakses di situs resmi mcdonalds.co.id. "Sehubungan dengan promosi kupon gratis Rp 255.00,00 dari McDonald’s Indonesia adalah tidak benar adanya atau hoax. Harap waspada terhadap semua jenis penipuan yang mengatasnamakan McDonald’s Indonesia. Semua promo McDonald's Indonesia terdapat di situs resmi mcdonalds.co.id," cuit akun tersebut.

    Country Manager Symantec Indonesia Andris Masengi memperingatkan agar masyarakat tidak sembarangan mengklik tautan tersebut karena berpotensi berisi malware atau phishing.

    Baca: 5 Lajang Ini Tak Kalah Ganteng dari Pangeran Harry, Tertarik?

    "Kemungkinan sangat besar," ujarnya melalui pesan singkat ketika ditanya apakah tautan tersebut berisi malware atau phishing.

    Ia memberikan tip untuk mengenali pesan yang berpotensi dapat menginfeksi perangkat, yakni memberikan tautan ke domain tidak resmi dan biasanya terdapat salah eja.

    Baca: Filosofi di Setiap Desain SLANKED, Sepatu Lokal ala Slank

    Metode phishing digunakan peretas jahat untuk mengambil nama pengguna dan kata kunci perangkat. Cara ini sering digunakan untuk mencuri uang akun bank korban jika peretas berhasil mendapatkan informasi sensitif.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.