Orang Indonesia Tetap Percaya Diri Hidup 24 Jam tanpa Uang Tunai

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. TEMPO/ Gunawan Wicaksono

    Ilustrasi. TEMPO/ Gunawan Wicaksono

    TEMPO.CO, Jakarta - Visa melakukan studi Consumer Payment Attitudes untuk memahami perilaku konsumen digital di Asia Tenggara. Hasilnya mengejutkan. Survei terbaru ini disebar ke tujuh negara di Asia Tenggara, yakni Indonesia, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam, yang melibatkan 4.000 responden.

    Di Indonesia, demografi responden studi yang dilakukan pada Juli 2017 ini terdiri atas pria dan wanita berusia 18 tahun ke atas dengan penghasilan pribadi bulanan Rp 3 juta ke atas. Dari studi ini, Visa merilis bahwa 8 dari 10 atau sekitar 76 persen masyarakat Indonesia menyatakan mereka merasa semakin percaya diri dapat hidup tanpa uang tunai selama 24 jam. "Ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia siap menjadi bagian dari bangsa digital di masa depan," kata Riko Abdurrahman, President Director of PT Visa Worldwide Indonesia, baru-baru ini. Baca: Boleh Buka Puasa dengan Es dan Gorengan? Ini Kata Dokter

    Menurut dia, perkembangan teknologi dan inovasi telah mendorong konsumen Indonesia untuk lebih sering menggunakan pembayaran elektronik dalam kehidupan sehari-hari dibandingkan dengan bertransaksi secara tunai. Hal itu dibuktikan juga data bahwa 8 dari 10 responden Indonesia menyatakan mereka berbelanja secara online setidaknya sebulan sekali. Hal itu setelah mereka mencari solusi pembayaran yang inovatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

    Dengan hasil studi ini, Riko juga menilai masyarakat Indonesia semakin dekat dengan teknologi digital dan menginginkan belanja dalam seketika serta merasa aman di mana pun dan kapan pun. Lebih jauh terungkap studi ini juga menemukan bahwa hampir separuh dari responden menginginkan Indonesia menjadi negara tanpa tunai. Baca: Menggoda Anak Soal Pacaran, Dampaknya Anak Merasa Boleh Menikah

    Yang lebih menarik, ternyata 85 persen responden Indonesia telah melakukan pembayaran digital menggunakan ponsel cerdas untuk berbagai kebutuhan, seperti berbelanja, memesan taksi, dan membayar makanan di restoran. Selain itu, sebanyak 75 persen responden Indonesia menggunakan ponsel mereka untuk mengakses layanan perbankan setidaknya sekali dalam seminggu berbanding dengan 69 persen responden yang memilih langsung datang ke kantor bank.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.