6 Olahraga Pilihan saat Bulan Puasa

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bersepeda. Shutterstock

    Ilustrasi bersepeda. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Menjaga tubuh tetap fit di bulan Ramadan salah satu caranya adalah dengan berolahraga. Namun jenis dan jadwal olahraga harus disesuaikan dengan pola makan yang berubah.

    Agar tubuh bisa beradaptasi lebih dulu dengan pola makan yang baru, mulailah berolahraga seminggu setelah berpuasa. Ketika akan berolahraga, hindari pula kebiasaan tidak bersantap sahur karena sepanjang hari tubuh hanya mendapat energi dari makanan sahur. Setelahnya, tinggal pilih olahraga berikut sesuai minat Anda. Baca: Heboh Liverpool Kalah: Waspada Bullying, Ini Efeknya Bagi Korban

    1. Yoga
    Yoga termasuk olahraga yang ringan dan tidak terlalu menguras tenaga. Cocok dilakukan di siang hari kala berpuasa ataupun setelah berbuka puasa, pilih gerakan yoga bertempo lebih lambat atau pelajari ulang gerakan yoga dasar untuk menyempurnakan kembali pose yoga Anda. Jangan lupa, latih pernapasan agar tubuh tetap fokus menjalani aktivitas ketika energi tubuh dan gula darah menurun karena tidak makan dan minum.

    2. Olahraga permainan
    Olahraga permainan seperti sepak bola, basket maupun bulu tangkis bisa jadi pilihan. Selain seru, membuat tubuh menjadi bugar. Karena tergolong olahraga yang berat, baiknya dilakukan beberapa jam sebelum berbuka puasa. Fokuskan pada sisi permainan dibanding kompetisi supaya Anda tidak justru meningkatkan intensitas dan kuantitas berolahraga di bulan puasa. Baca: Cara Mudah Kate Middleton - Pangeran William Bahagiakan Keluarga

    3. Pilates
    Tak jauh beda dengan yoga, pilates tidak akan meningkatkan detak jantung atau suhu tubuh secara drastis. Maka Anda tak akan cepat merasa dehidrasi. Manfaat lain, pilates ampuh meningkatkan kekuatan tubuh secara keseluruhan. Pilates bisa dilakukan pada jam berpuasa atau setelah berbuka puasa setelah tubuh mendapat cadangan energi. Lakukan pilates beberapa kali dalam seminggu sesuai kemampuan tubuh. Baca: Bedanya Tujuan Pria dan Wanita Lakukan Kencan Online

    4. Bersepeda
    Olahraga ini cocok dilakukan ketika ngabuburit atau sebelum bersantap sahur. Karena setelahnya, Anda bisa minum untuk mencegah dehidrasi. Luangkan waktu 30-60 menit untuk bersepeda. Anda bisa bersepeda di luar ruangan saat ngabuburit atau bersepeda di dalam ruangan dengan bantuan alat indoor trainer sebelum waktu sahur tiba. Segera hentikan aktivitas bersepeda jika Anda merasa tubuh semakin lemas atau terasa sakit kepala.

    5. Zumba
    Membakar kalori dengan menyenangkan bisa dilakukan lewat zumba. Olahraga dengan gerakan mirip tarian ini juga melatih jantung. Lamanya durasi zumba tergantung dari daya tahan dan tingkat kebugaran tubuh. Zumba paling tepat dilakukan setelah berbuka puasa. Sebabnya, zumba meningkatkan detak jantung dan suhu tubuh sehingga tubuh menurunkan suhu tubuh dengan mengeluarkan keringat. Maka, cadangan air yang cukup wajib dipenuhi sebelum berlatih zumba. Baca: Tips agar Maag Tidak Kambuh saat Puasa

    6. Joging
    Anda yang gemar berlari, bisa memilih joging. Sesuaikan durasi lari dengan kemampuan dan kondisi tubuh. Namun disarankan tidak berlari lebih dari 1 jam kala berpuasa. Pertimbangkan pula suhu kala berlari di luar ruangan. Selain minum banyak air, cegah dehidrasi ketika berlari dengan mengonsumsi buah-buahan yang banyak mengandung air ketika sahur. Berlari di atas treadmill juga bisa jadi alternatif.

    TABLOID BINTANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.