Minggu, 16 Desember 2018

Lulus D3 Bisa jadi Perawat di Jepang dengan Gaji Tinggi

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rian Setiawan, 23 tahun, perawat kesehatan asal Bengkulu yang bersiap bekerja di sebuah panti jompo di kota Yokohama, Jepang. TEMPO/Insan Qurani

    Rian Setiawan, 23 tahun, perawat kesehatan asal Bengkulu yang bersiap bekerja di sebuah panti jompo di kota Yokohama, Jepang. TEMPO/Insan Qurani

    TEMPO.CO, Jakarta - Rian Setiawan, 23 tahun, perawat kesehatan asal Bengkulu yang bersiap bekerja di sebuah panti jompo di kota Yokohama, Jepang. Rian adalah salah satu dari 300an perawat yang akan dikirim ke Jepang. Rian mengaku mendapatkan gaji cukup besar dengan menjadi perawat di negeri sakura itu. Baca: Banyak Turis Muslim, Restoran Halal di Jepang Pun Bermunculan

    “Kalau gaji di tempat saya bekerja sekitar 175 ribu yen atau sekitar Rp 21 juta,” kata Rian Setiawan kepada Tempo 4 Juni 2018.

    Rian menceritakan penghasilan yang dia peroleh selama bekerja di Jepang akan digunakan untuk melanjutkan kuliahnya. Sebelumnya, Rian telah menyelesaikan pendidikan D3 di Poltekkes, Kementerian Kesehatan Bengkulu. Baca: 4 Hal Dibalik Tingginya Minat Orang Indonesia Berwisata ke Jepang

    Rian dan 328 perawat lainnya akan bekerja di Jepang dengan kontrak kerja selama 3 tahun sampai 4 tahun. Setelah melalui seleksi panjang hampir satu tahun lamanya, mereka akan ditempatkan di rumah sakit dan panti jompo di berbagai wilayah di Jepang.

    Lamaran pekerjaan sebagai perawat ini tersedia di situs resmi Badan Nasional Penempatan Dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) dan tiket keberangkatan ke Jepang pun akan dibiayai oleh pemerintah Jepang. Sebelum berangkat, para perawat ini juga harus mengikuti kursus bahasa Jepang selama 6 bulan di Jakarta.

    Kedutaan Besar Jepang di Jakarta melepas keberangkatan 329 tenaga medis dan perawat lansia yang akan bekerja di beberapa wilayah di Jepang, Senin, 4 Juni 2018. Perawat yang diberangkatkan ini merupakan gelombang ke-11 dan berasal dari berbagai wilayah Indonesia. Baca: Hobi Merangkai Bunga Kering? Ikuti 3 Tips Ini

    Menurut Deputi Penempatan BNP2TKI Teguh Hendro Cahyono mengatakan pengiriman tenaga perawat ke Jepang berada dalam koridor kerja sama kemitraan ekonomi Indonesia-Jepang yang dibuka sejak 2008. Berdasarkan perjanjian kerja sama ini, Indonesia bisa memanfaatkan lowongan pekerjaan di Jepang dengan mengirimkan tenaga perawat ke Negeri Sakura tersebut. Jumlah perawat yang bekerja ke Jepang setiap tahun menunjukkan kenaikan. Hal ini memperlihatkan minat para perawat Indonesia yang tinggi untuk bekerja di Jepang, khususnya menyangkut penghasilan.

    INSAN QURANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".