Sabtu, 17 November 2018

Jadi Wartawan, Kate Spade Keliling Pasar Loak untuk Meneliti Gaya

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Desainer asal Amerika Serikat, Kate Spade. (AP Photo/Bebeto Matthews)

    Desainer asal Amerika Serikat, Kate Spade. (AP Photo/Bebeto Matthews)

    TEMPO.CO, Jakarta - Perancang busana Kate Spade ditemukan meninggal dunia di apartemennya, New York, Amerika Serikat pada Selasa 5 Juni 2018 pagi waktu setempat. Wanita bernama asli Katherine Noel Brosnahan, Spade disebut bunuh diri dengan menggantung diri menggunakan syal.

    Kate Spade dikenal dengan karya-karyanya yang unik dan klasik. Ia lahir di Missouri, Kansas, Amerika Serikat pada 24 Desember 1962. Baca: Kate Spade: dari Kacamata Proto, Senyum Ganjil dan Valentine

    Sebelum terjun di dunia tata busana, Kate Spade ternyata dalah seorang jurnalis. Ia lulus sekolah di St Teresa Academy sebuah sekolah Katolik khusus perempuan. Setelah itu, Kate melanjutkan pendidikannya di Universitas Kansas dengan mengambil jurusan jurnalistik. Selama masa sekolah, Kate pun sempat bekerja di sebuah bar khusus sepeda motor.

    Kate Spade muda sempat menjadi anggota Omega Chapter dari Kappa Kappa Gamma. Kate lulus kuliah pada 1985, dan langsung mengamalkan ilmu jurnalistiknya sebagai penulis di majalah Mademoiselle di New York.

    Desainer kondang Kate Spade, 55 tahun, ditemukan meninggal di apartemennya di Park Avenue, New York, Amerika Serikat, 5 Juni 2018, diduga bunuh diri. Kate awalnya seorang editor aksesori di majalah Mademoiselle. Dia mulai merancang tas bersama dengan suaminya, Andy Spade, pada 1993. Dimulai dari tas, Kate Spade berekspansi ke bisnis sepatu, koper, dan perhiasan. (AP Photo/Bebeto Matthews, File)

    Enam tahun bekerja sebagai jurnalis fashion membuat Spade menyadari bahwa ritel fesyen saat itu belum banyak membuat tas yang unik. Setelah banyak menulis dan mengamati perkembangan dunia mode melalui artikel serta pengamatannya, dia yang saat itu sudah menjabat sebagai Senior Fashion Editor dan menyandang gelar kepala pimpinan aksesori, memutuskan meninggalkan jabatannya di Mademoiselle dan menjajal peruntungan sebagai desainer. Baca: Bunuh Diri, Ini Pesan Terakhir Kate Spade untuk Putrinya

    Selama bekerja menjadi jurnalis, Kate melihat bahwa ritel saat itu tidak memiliki fashion bag, maka itu dia terinspirasi untuk mendesain tas fashion. "Saya berkeliling pasar loak dan meneliti gaya yang berbeda. Saya mengestimasi biaya produksi, kain, dan menciptakan trademark tas dengan gaya klasik," ujar Kate dilansir katespade.com.

    Kate kemudian membangun bisnisnya lebih serius dengan suaminya, Andy Spade, sejak Januari 1993. Dari sanalah dia mulai dikenal dengan sebutan Kate Spade. Kate dan suaminya meluncurkan perusahaan desain bernama Kate Spade Handbags yang berbasis di New York. Kate Spade pun memulai bisnisnya dengan modal awal USD 35.000 (Rp 525 juta) yang diambil dari tabungan suaminya.

    BISNIS.COM | KATESPADE.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.