Senin, 25 Juni 2018

Waspada 4 Efek Ini Saat Begadang di Malam Lailatul Qadar

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Umat Muslim membaca Al Quran saat melakukan Itikaf di Masjid Istiqlal, Jakarta, 2 Juli 2016. Pada 10 hari terakhir bulan Ramadan, warga muslim mendatangi masjid untuk meningkatkan ibadahnya. TEMPO/Fajar Januarta

    Umat Muslim membaca Al Quran saat melakukan Itikaf di Masjid Istiqlal, Jakarta, 2 Juli 2016. Pada 10 hari terakhir bulan Ramadan, warga muslim mendatangi masjid untuk meningkatkan ibadahnya. TEMPO/Fajar Januarta

    TEMPO.CO, Jakarta - Malam Lailatul Qadar, yang juga menjadi malam diturunkannya Al-Quran, menjadi malam penting dan ditunggu-tunggu umat Islam. Anda dapat berdoa, berzikir, membaca Al-Quran, dan beriktikaf di masjid sepanjang malam untuk mendapatkan rida pada malam penuh kebaikan tersebut.

    Terjaga sepanjang malam mencari keberkahan saat malam Lailatul Qadar tidaklah salah. Namun, jika terjaga sepanjang malam karena alasan lain, mungkin harus dipertimbangkan dengan baik. Beberapa penelitian mengungkapkan perilaku terjaga sepanjang malam, atau ada juga yang menyebutnya begadang, dilakukan setiap hari, akan ada efek yang perlu diwaspadai. Apa saja itu?

    1. Pengaruhi kinerja otak
    Seorang profesor di Texas A&M College of Medicine, David Earnest, mengungkapkan kurang tidur dapat mempengaruhi kinerja memori. "Otak Anda kehilangan efisiensi dengan setiap jam kurang tidur,” kata profesor yang mempelajari ritme sirkadian (kinerja tubuh dalam tubuh 24 jam) ini. Seseorang membutuhkan setidaknya 7-8 jam tidur pada malam hari agar tubuh dan otak berfungsi normal. Jadi, jika Anda terjaga sepanjang malam, melewatkan jumlah tidur yang disarankan, otak Anda akan sama lelahnya serta memberikan penurunan tajam dalam kinerja dan memori tertentu.

    Baca: 4 Tips Tetap Fit di Malam Lailatul Qadar

    2. Sistem kekebalan
    Ketika Anda tidur, sistem kekebalan tubuh akan menghasilkan zat pelindung yang dapat melawan infeksi, seperti sitokin. Sitokin mampu melawan bakteri dan virus asing yang masuk ke tubuh. Sitokin juga membantu Anda tidur sehingga memberikan sistem kekebalan tubuh dan lebih banyak memproduksi energi untuk mempertahankan tubuh terhadap penyakit. Karena itu, kurang tidur akan mencegah sistem kekebalan tubuh membangun kekuatannya. Sehingga tubuh Anda mungkin tidak dapat melawan virus dan bakteri yang masuk atau tak bisa sembuh dengan mudah.

    3. Sistem pencernaan
    Bukan hanya makan terlalu banyak dan tidak berolahraga, kurangnya waktu tidur ternyata juga menjadi faktor risiko obesitas. Saat Anda tidur akan mempengaruhi kadar dua hormon, yaitu leptin dan grelin, yang mengendalikan perasaan lapar dan kenyang. Leptin akan memberi tahu otak Anda jika sudah cukup makan. Namun, tanpa tidur yang cukup, secara alami otak akan mengurangi leptin dan memunculkan grelin, yang merupakan perangsang nafsu makan. Kurang tidur juga dapat mempengaruhi penambahan berat badan dengan membuat Anda merasa terlalu lelah untuk berolahraga.

    4. Sistem kardiovaskular
    Tidur akan mempengaruhi proses yang membuat jantung dan pembuluh darah Anda tetap sehat. Dalam hal ini termasuk gula darah, tekanan darah, dan tingkat peradangan. Orang yang tidak memiliki waktu cukup tidur akan lebih mungkin terkena penyakit kardiovaskular. Dengan catatan jika kebiasaan tersebut dilakukan terus-menerus dalam jangka waktu panjang. Sebuah analisis yang diterbitkan European Journal of Preventive Oncology menghubungkan pengaruh insomnia dengan peningkatan risiko serangan jantung serta stroke.

    Baca juga:
    Apa Bedanya Depresi dan Stres? Tilik 5 Cara Mengatasinya
    Intip 4 Makanan yang Terbukti Bisa Menurunkan Kolesterol Jahat

    5. Sistem endokrin (pengatur hormon-hormon)
    Produksi hormon dalam tubuh bergantung pada tidur Anda. Untuk produksi testosteron, misalnya, anda membutuhkan waktu setidaknya tiga jam tidur tanpa gangguan, yaitu selama episode rapid eye movement (REM) pertama dalam tidur Anda. Karena itu, terjaga sepanjang malam tentu dapat mempengaruhi produksi hormon. Solusinya, jika Anda telah terjaga semalaman, luangkan waktu untuk tidur siang keesokan harinya. Namun lakukan tidur siang secara singkat sekitar 15-20 menit. Tidur siang singkat dapat meningkatkan energi Anda sehingga lebih waspada dan terjaga.

    HEALTHLINE | SCIENCEDAILY


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Masa Berlaku Uang Lama Emisi 1999 dan 1999 Segera Dicabut

    Bank Indonesia mengimbau masyarakat untuk segera melakukan penukaran empat uang lama Rupiah kertas tahun emisi 1998-1999 sebelum 31 Desember 2018.