Suka Rekam Saat Memarahi Anak? Waspadai Dampak Panjangnya

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi orang tua memarahi anak/anak menangis. Shutterstock.com

    Ilustrasi orang tua memarahi anak/anak menangis. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Perkembangan era digital dan media sosial menunculkan satu fenomena dalam pengasuhan anak: orang tua gemar merekam momen mendisiplinkan anak lalu mengunggah hasil rekaman ke media sosial. Bahkan ada pula yang menyiarkan lewat fitur siaran langsung di media sosial.

    April lalu media asal Inggris, The Sun, melansir saat ini setidaknya ada 30 ribu video yang menampilkan adegan orang tua menghukum anak dengan berbagai cara. Di Indonesia, pernah viral video yang memperlihatkan seorang anak “mandi oli” setelah tertangkap mencuri. Ada pula video yang memperlihatkan anak berjanji agar ia tidak nakal lagi, sesuai suruhan ibunya. “Aku enggak bandel, ya Mak. Aku jadi anak yang baik, Mak. Betul, ya Mak!” kata sang anak mengikuti perkataan ibunya. Video ini kemudian populer karena banyak diparodikan di media sosial.

    Baca: Perceraian Tak Membuat Anak Gagal, Deddy Corbuzier Membuktikannya 

    Apa yang membuat orang dewasa gemar mengekspos anak di medsos bahkan dalam situasi tidak menyenangkan seperti saat anak dihukum? Dan adakah efeknya bagi anak yang pernah menjadi “korban” keusilan orang tua?

    Sebagian orang berpendapat, mendokumentasikan dan menyebarkan video hukuman terhadap anak merupakan cara untuk menarik dukungan dari orang tua lain yang pernah mengalami masalah serupa. Orang tua jenis ini biasanya mengharapkan komentar “wah, anakku juga pernah seperti itu!” Lalu para ibu asyik berdiskusi di kolom komentar dan saling mengungkap pengalaman anak masing-masing dengan kasus serupa.

    Ada pula orang tua yang menganggap video anak dihukum sebagai lelucon. Atau mungkin mereka berharap video yang mereka unggah bisa viral seperti halnya video “aku enggak bandel, ya Mak!”

    Baca: Kiat Mengajarkan Anak Keterampilan dalam Memecahkan Masalah

    Para orang tua ini umumnya tidak menyadari bahwa tindakan menyebarkan video ini bisa berimbas pada anak di kemudian hari. Pernahkah terpikirkan, apa yang dirasakan anak ketika kelak mereka menyadari video memalukan tentang diri mereka telah ditonton ribuan bahkan jutaan orang?

    TABLOID BINTANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.