Senin, 25 Juni 2018

Perayaan Unik Idul Fitri di Berbagai Negara, Ada Dupa dan Balon

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi makanan bersantan (pixabay.com)

    ilustrasi makanan bersantan (pixabay.com)

    TEMPO.CO, JakartaIdul Fitri adalah salah satu perayaan terbesar bagi umat Islam di seluruh dunia. Perayaan tersebut juga dilakukan dengan berbagai tradisi yang berbeda di tiap negara. Umumnya, sebagian umat Muslim memanfaatkan hari libur Idul Fitri mereka untuk mengunjungi keluarga dan juga kerabat dekat.

    Di Asia Selatan, umat Muslim merayakan suasana Idul Fitri sejak malam sebelum hari raya tersebut. "Chaand Raat" merupakan malam perayaan Idul Fitri di mana para wanita mengenakan henna di tangan dan kaki mereka. "Sevaiyan" (puding sohun), "Haleem" (rebusan daging kambing), "Kebab" dan "Nihaari Gosht" adalah makanan khas yang ada dalam perayaan tersebut.

    Berikut ini beberapa tradisi Idul Fitri lainnya yang dirayakan umat Muslim dari berbagai negara di dunia.

    Baca juga:
    Lebaran Identik dengan Makanan Bersantan, Seberapa Sehat?
    Ini 5 Tips Menangkis Pertanyaan yang Sering Muncul Saat Lebaran
    Ivanka Trump Sukses Teruskan Bisnis Sang Ayah? Ini Hasilnya

    Mesir
    Di Mesir perayaan Idul Fitri nampak semarak dengan pelepasan balon-balon warna setelah shalat Id. Kemudian, masyarakat Muslim pun mencoba menangkap balon tersebut, yang juga menandai berakhirnya berpuasa pada bulan suci Ramadan.
    perayaan Idul Fitri di Mesir (Reuters)

    Cina
    Ada sebuah tradisi unik yang dilakukan masyarakat Cina Hui Muslim saat Idul Fitri. Setelah melaksanakan shalat Id (shalat Idul Fitri) di Masjid Niujie, masyarakat Muslim di sana menyalakan dupa di Makam Sheiks. Agama Islam masuk ke wilayah Cina pada abad ke-10, sebagai warisan pedagang Arab yang memberanikan diri berdagang di sepanjang Jalan Sutra kuno. Konstitusi Tiongkok menetapkan bahwa Islam adalah salah satu dari lima agama "yang disetujui" di negara tersebut, meskipun pemerintah memberlakukan batasan-batasan tertentu. Salah satunya adalah perizinan ibadah hanya boleh dilaksanakan di masjid-masjid yang direstui negara, dan dakwah di depan umum merupakan tindakan ilegal.

    Ethiopia
    Beberapa masyarakat Muslim di Ethiopia juga merayakan Idul Fitri dengan cara yang cukup unik dan menyenangkan.
    Perayaan Idul Fitri di Ethiopia (Reuters)
    Contohnya, para pria Muslim yang bernyanyi dan memainkan alat musik bersama setelah melaksanakan shalat Id.


    Somalia
    Tradisi unik perayaan Idul Fitri lainnya berasal dari daerah Afrika Timur, Somalia. Anggota komunitas Somalia merayakan festival Idul Fitri di taman umum dan saling berbagi teh. Ribuan masyarakat Muslim di Somalia berkumpul di taman umum tersebut untuk menandai berakhirnya berpuasa mulai dari Subuh hingga matahari terbenam selama 30 hari bulan suci Ramadhan.

    IBTIMES | ENCA | NBCNEWS


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Masa Berlaku Uang Lama Emisi 1999 dan 1999 Segera Dicabut

    Bank Indonesia mengimbau masyarakat untuk segera melakukan penukaran empat uang lama Rupiah kertas tahun emisi 1998-1999 sebelum 31 Desember 2018.