Senin, 24 September 2018

Heboh Nenek 78 Tahun Hamil, Mungkinkah? Ini Kata Dokter

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi hamil kembar. shutterstock.com

    Ilustrasi hamil kembar. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Masyarakat dihebohkan dengan berita seorang nenek 78 tahun hamil. Wanita bernama Manih asal Bogor tersebut dikabarkan sedang mengandung hasil buah pernikahannya dengan pria muda yang juga suaminya, Ade Irawan.

    Namun, kabar tersebut langsung ditepis oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Dede Agung. Dede dan timnya memastikan bahwa Manih tidak hamil. Dede mengutarakan keyakinannya tersebut setelah melihat hasil dari Ultrasonography (USG).

    Baca juga:
    Mudik? Rawat Dulu Tanaman Hias di Rumah dengan 2 Cara Ini
    Idul Fitri Tambah Semarak? Coba Nasi Briyani ala Nicky Tirta
    Hadiah Ini Paling Ditunggu Saat Idul Fitri, Tilik Sejarahnya

    Umumnya, perempuan dengan usia 78 tahun sudah mengalami menopause. Yang artinya tidak bisa melakukan pembuahan. Dokter spesialis obstetri dan ginekologi, Dwiyana Ocviyanti, mengungkapkan bahwa umumnya perempuan mengalami menopause di antara usia 45 sampai 55 tahun.

    Dan untuk perempuan Indonesia umumnya pada kisaran 48 tahun, “Walaupun saat ini dengan perbaikan status gizi sudah banyak perempuan Indonesia yang baru mengalami menopause setelah usia 55 tahun,” ungkap dokter yang disapa dr. Ovi saat dihubungi TEMPO.CO pada 13 Juni 2018.

    Menopause, lanjutnya, didefinisikan sebagai berhentinya masa haid selama satu tahun penuh pada seorang perempuan yang sebelumnya mengalami periode haid normal. Dan proses berhentinya haid tersebut tanpa ada pengaruh penggunaan obat-obatan tertentu ataupun bukan karena proses menyusui.

    “Umumnya, kondisi ini (menopause) disebabkan oleh berhentinya proses pematangan sel telur pada indung telur,” kata dr. Ovi. Karena itulah, perempuan yg sudah menopause secara fisiologis tidak mungkin mengalami kehamilan. Hal ini karena menopause itu sendiri didahului oleh proses tidak adanya pengeluaran sel telur (ovulasi).

    Dr. Ovi menjelaskan, beberapa literatur memang melaporkan kasus-kasus perempuan pasca menopause yang berhasil hamil. Namun, dengan catatan proses kehamilan tersebut menggunakan telur dari perempuan lain (donor sel telur). “Jadi belum pernah dilaporkan secara ilmiah adanya perempuan pasca menopause yg hamil secara alamiah.”

    Intinya, lanjut dr. Ovi, untuk perempuan 78 tahun yang diperkirakan setidaknya sudah lebih 20 tahun mengalami menopause sangat tidak mungkin terjadi kehamilan buatan, “Apalagi kehamilan yang terjadi secara alami.”


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kampanye Imunisasi MR Fase 2 Luar Jawa Masih di Bawah Target

    Pelaksanaan kampanye imunisasi MR fase 2 menargetkan hampir 32 juta anak usia 9 bulan hingga 15 tahun di 28 provinsi di luar Pulau Jawa. Hingga 10 Sep