Rabu, 19 September 2018

Selain Turunkan Berat Badan, Diet Dapat Cegah Masalah Pendengaran

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi diet. shutterstock.com

    Ilustrasi diet. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Tak hanya kesehatan tubuh atau mengurangi berat badan, ternyata diet dapat menurunkan risiko kehilangan pendengaran bagi wanita. Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada 80.000 perempuan selama 26 tahun, ditemukan bahwa mereka yang melakukan diet, 47 persen lebih kecil mengalami gangguan pendengaran.

    “Meskipun gangguan pendengaran dianggap sebagai pendamping penuaan yang tidak dapat dihindari, temuan dari penelitian kami telah menyoroti sejumlah faktor diet yang dapat dimodifikasi dan dapat mengurangi risiko gangguan pendengaran,” kata peneliti utama Sharon Curhan dari Channing Division, Kedokteran Jaringan di Brigham and Women's Hospital dan Harvard Medical School di Boston seperti dikutip Reuters. 

    Baca: Berat Badan Turun 4 Kilogram Sebulan? Coba Ramuan Ini

    Curhan dan rekan-rekan mencatatkan pada The Journal of Nutrition, sekitar 48 juta orang Amerka Serikat kehilangan pendengara. Dampak buruk yang mungkin saja terjadi adalah kemampuan seseorang untuk berkomunikasi berkurang, lebih buruk lagi dapat mengarah pada isolasi sosial. Selain itu, kehilangan pendengaran juga terkait dengan memburuknya produktivitas kerja seperti fungsi kognitif, serta depresi.

    Studi sebelumnya menunjukkan bahwa vitamin, mineral atau asam lemak dapat mempengaruhi kesehatan pendengaran. Tetapi untuk melihat hubungan dengan pola diet, Curhan dan tim menganalisis data pada 81.800 wanita yang berusia antara 25 tahun dan 42 tahun.

    Peneliti memfokuskan penilaian pendengaran yang dilakukan pada 2009 atau 2013 dan pada kuesioner terkait diet yang telah diselesaikan peserta setiap 2 tahun selama masa studi. Wanita dalam riset ini menerapkan Diet Mediterania Alternatif (AMED), Pendekatan Diet untuk Menghentikan Hipertensi (DASH) dan Indeks Makan Sehat Alternatif (AHEI).

    Semua pedoman diet ini memberikan cara untuk menilai kualitas diet. Ketiga poin penghargaan untuk diet tinggi dengan makan sayuran, buah-buahan, biji-bijian, dan kacang-kacangan dan rendah dalam daging olahan, gula dan garam. Diet Mediterania juga menekankan untuk lebih banyak makan ikan dan minyak zaitun. Adapun diet DASH berfokus untuk menjaga asupan natrium rendah dan asupan serat tinggi.

    Baca: Usia Nyaris 40, Ini Rahasia Artika Sari Devi untuk Tetap Langsing

    Dalam kategori diet tersebut, peneliti menemukan mereka yang melakukan diet AMED 30 persen lebih kecil untuk mengalami gangguan pendengaran sedang ataupun berat. Sementara itu, kategori diet DASH memiliki risiko 29 persen lebih rendah. Peneliti tidak menemukan perbedaan bermakna secara statistik pada diet AHEI.

    Walau begitu, penelitian ini bukan eksperimen terkontrol yang dirancang untuk membuktikan apakah atau bagaimana diet memengaruhi pendengaran. Peneliti mencatat, ada banyak mekanisme yang memungkinkan diet yang sehat dapat melindungi dan menjaga kesehatan pembuluh darah dan mengurangi peradangan. Nutrisi tertentu juga dapat secara langsung melindungi saraf pendengaran.

    Christopher Spancovich, spesialis pendengaran di University of Mississippi Medical Center di Jackson menuturkan memiliki kesehatan pembuluh darah yang baik dan kuat akan menjaga aliran darah ke telinga bagian dalam dan mengurangi stres oksidatif. “Dan diet sehat kaya mikronutrien membantu telinga mempertahankan diri terhadap paparan radikal bebas yang melindungi telinga bagian dalam,” katanya.

    Baca: Berat Badan Turun 12 Kg dalam Seminggu, Apa Rahasia Ola Ramlan?

    Dia mengatakan pola makanan juga penting untuk kesehatan pendengaran yang membutuhkan aliran darah yang baik supaya dapat berfungsi dengan normal. Makanan berkontribusi terhadap aliran darah tersebut.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    TGB Muhammad Zainul Majdi dan Divestasi Tambang Emas Newmont

    KPK mengusut aliran dana ke rekening TGB Muhammad Zainul Majdi, Gubernur Nusa Tenggara Barat. Dana itu diduga berkaitan dengan Newmont Nusa Tenggara.