Sabtu, 17 November 2018

Pentingnya 7 Dimensi Ini untuk Dukung Kehidupan Lansia

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi rumah sakit geriatric/perawatan lansia/panti jompo. Shutterstock

    ilustrasi rumah sakit geriatric/perawatan lansia/panti jompo. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Menjalani usia senja dengan sikap positif adalah modal dasar untuk menjadi lansia yang bahagia dan sejahtera. Ini terungkap dalam penelitian Orb Media , sebuah organisasi jurnalistik yang berbasis di Washington DC. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa ada korelasi antara persepsi positif terhadap kelanjutusiaan dengan kesejahteraan lansia. Tempo adalah partner Orb di Indonesia.

    Baca: Positif jadi Lansia Buat Anda Hidup 7,5 Tahun Lebih Lama

    Dunia sedang menua. Pada 2050 nanti, diperkirakan 1 dari 5 orang di bumi akan berusia 65 tahun ke atas. Sikap masyarakat terhadap usia tua dan lansia akan menentukan kesejahteraan mereka. Indonesia juga mulai memasuki era populasi yang menua. Pada 2010, jumlah lansia atau penduduk di atas 60 tahun Indonesia 18 juta. Pada 2045 nanti, jumlahnya akan meningkat menjadi 56,99 juta.

    Ilustrasi lansia bersama cucunya. shutterstock.com

    Direktur Kesehatan dan Gizi Masyarakat Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Pungkas Bahjuri Ali mengatakan, penuaan populasi ini akibat jumlah kelahiran yang semakin sedikit, sementara angka harapan hidup semakin tinggi. "Kasarnya, yang lahir sedikit, tapi yang sudah tua tak kunjung meninggal," kata Pungkas saat ditemui Tempo, Kamis, 7 Juni 2018.

    Penuaan, menurut Pungkas, bakal datang bersama masalah-masalah yang menyertainya. “Kita sudah harus menyiapkan diri dari sekarang,” ujarnya.

    Direktur Pusat Kajian Keluarga dan Kelanjutusiaan Universitas Respati Indonesia Jakarta, Sudibyo Alimoeso mengatakan ada tujuh dimensi penting yang perlu diketahui para lansia juga para keluarga yang merawat para masyarakat lanjut usia ini untuk mendukung kehidupan lansia. Berikut tujuh dimensi itu:

    Baca: Menghadapi Penuaan Populasi

    1. Dimensi Spiritual. Menurut Sudibyo, dengan memahami dan menguasai dimensi ini, para lansia bisa belajar untuk menerima keadaan bahwa ia mengalami perubahan fisik dan psikis saat menjadi lansia. Dimensi spiritual bisa diperkuat dengan mendekatkan diri dalam kegiatan rohani. "Dengan begitu, lansia bisa lebih tawakal dan lebih wise," kata Sudibyo saat dihubungi 14 Juni 2018.

    2. Dimensi Intelektual. Sudibyo mengatakan penting sekali para lansia bisa dilatih unsur intelektual mereka. Salah satu caranya adalah dengan mengisi teka teki silang, bermain catur, atau bahkan mengajak bermain kartu remi. "Kegiatan sederhana itu bisa bantu agar kemampuan otak lansia tidak menurun, karena mereka terus diajak berpikir. Dengan kegiatan itu, otak lansia jadi aktif terus," katanya.

    Ilustrasi lansia. Mirror.co.uk

    3. Dimensi Hobi. Mengembangkan hobi sangat penting untuk dilakukan para lansia. Sudibyo mengatakan melakukan kegiatan hobi bisa membantu masyarakat lansia tetap gembira dan hal itu bisa mengurangi berbagai penyakit psikis yang bisa dialami masyarakat lansia. 

    4. Dimensi Kesehatan Fisik. Para lansia biasanya sudah mengalami penurunan kesehatan fisik. Untuk itu Sudibyo menyarankan untuk selalu mengajak para lansia tetap beraktivitas fisik. Para keluarga bisa mengajak lansia untuk bergerak minimal berjalan dengan berkala. Dengan bergerak, tubuh lansia bisa terus terlatih. 

    Baca: Simak Kebutuhan Nutrisi Anda pada Usia 40-60an

    5. Dimensi Vokasional. Menurut Sudibyo, para lansia biasanya memiliki keahlian masing-masing. Ada yang ahli membuat anyaman, ada yang ahli menulis atau mengajar. Dengan mengembangkan keahlian, para lansia akan merasa tetap berguna sehingga merasa bangga dengan tetap eksis atas keahliannya di masyarakat.

    Baca: Makan Ini agar Bantu Anda Cegah Dehidrasi saat Puasa

    6. Dimensi Sosial. Lansia cenderung menyendiri. Dengan mengembangkan dimensi sosial, maka lansia bisa bergaul dan memiliki banyak teman seusianya. "Jadi kalau lansia mau reuni, atau arisan, biarkan saja. Kalau dilarang dan diomelin melulu, mereka bisa merasa terpuruk," katanya.

    Ilustrasi pemuda dan lansia. Shutterstock.com

    7. Dimensi Lingkungan. Menurut Sudibyo, penting sekali memiliki lingkungan yang ramah lansia. Ada beberapa lansia yang memiliki keterbatasan fisik sehingga mereka membutuhkan beberapa alat bantu dalam bergerak. Misalnya, bagi lansia yang mengenakan kursi roda perlu diberikan jalan yang tidak bertangga. Contoh lain, di toilet rumah, bisa ditambah pegangan karena dikhawatirkan para lansia memerlukannya untuk menyangga tubuh. "Dimensi lingkungan itu penting untuk dipikirkan para pihak demi mendukung para lansia," kata Sudibyo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.