Selasa, 17 September 2019

Batik Kontemporer Mulai Digemari Anak Muda, Apa Warna Favoritnya?

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kain batik. Shutterstock

    Ilustrasi kain batik. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Desainer Musa Widyatmodjo menilai motif batik kontemporer mulai banyak penggemar dari kalangan anak muda.

    Ada beberapa elemen yang menyebabkan generasi muda lebih memilih batik kontemporer. Misalnya komposisi warna, gambar motif, bahan dasar kain dan desain busana.

    “Kontemporer bisa diaplikasikan pada warna atau pada potongan desain busana,” katanya.

    Menurut Musa motif kontemporer mungkin dapat memberikan rasa baru dalam industri batik.Kendati begitu, dia menilai hadirnya motif tersebut belum tentu merangsar pasar, kreatifitas, dan produktivitas.

    Baca juga:
    Kenapa Ketupat Harus Dibungkus Janur? Rahasianya Ada di Cahaya
    Begini Gaya 3 Tokoh Ini Memberi Ucapan Idul Fitri 2018
    Bila Penampilan Tidak Lucu, Ini yang Dilakukan Cak Lontong

    “Karena umumnya lebih banyak pengrajin, jadi kemampuan mereka juga terbatas dalam mengasah pola kerja dan pola pikir kreatifitas,” ujarnya.

    Adapun tantangan klasik seperti bahan baku baik benang, kain,pewarnaan masih terdapat permasalahanan. Oleh karena itu, pihaknya berharap pemerintah dapat membantu untuk mempermudah impor bahan baku modal kreasi pengrajin.

    “Kemudian regulasi dalam mendukung produk kreatif dan lokal harus ditinjau ulang tapi jangan kelamaan dan bertele-tele.”

    Dia mengatakan untuk menjaga batik tetap dicintai butuh dukungan dari berbagai lapisan masyarakat, bukan hanya desainer maupun perajin batik, ataupun pemerintah. Paling tidak minimal 70 persen dari total warga negara Indonesia ikut andil.

    Mengolah kain Nusantara seperti batik, tidak membuat desainer Barli Asmara kehilangan garis desainnya. Bahkan, dia menyulap kain batik dengan gaya yang lebih modern, urban, bergaya Victorian. Itu adalah bukti, bahwa dirinya berkomitmen ingin membantu warinasan Nusantara seperti batik.

    Barli berkolaborasi dengan perajin batik lokal asal Jambi, yakni Batik Berkah. Guna menciptakan mode kontemporer dari batik tersebut, Barli mengaplikasikannya melalui warna yang jauh berbeda dengan gaya batik Jambi pada koleksi busananya.

    Batik Jambi memiliki identitas warna yang berani seperti merah dan kuning. Uniknya, dalam koleksi busana ini, dia menampilkan warna warna silver, ice grey, ice blue, off white, dan lavender.

    "Itu yang sebetulnya mengarah 2018 ke 2019, di luar warna [batik] itu memang ada tapi memang lebih memilih warna grey. Warna-warna itulah yang sedang kami garap dan kami susun untuk menggabungkan tren," ujar Barli.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Google Doodle, Memperingati Chrisye Pelantun Lilin-Lilin Kecil

    Jika Anda sempat membuka mesin pencari Google pada 16 September 2019, di halaman utama muncul gambar seorang pria memetik gitar. Pria itu Chrisye.