Puasa Cegah Penuaan Dini? Tilik Prosesnya Kata Ahli

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi massage wajah. monkeyislandresort.com

    Ilustrasi massage wajah. monkeyislandresort.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Menjadi tua merupakan proses alami yang tidak dapat dicegah oleh semua makhluk hidup. Namun penuaan tersebut dapat ditunda tergantung bagaimana dari riwayat kesehatan dan gaya hidup.

    Memang sudah banyak beragam perawatan kecantikan yang menawarkan cara instan untuk menghambat proses penuaan. Kendati demikian, cara tersebut tidak menjamin akan bertahan lama. Untukmendapatkan hasil yang lebih efektif dalam jangka panjang, cara yang paling aman dan tepat adalah berpuasa.

    Baca juga:
    8 Makanan Ini Ampuh Turunkan Kolesterol Paska Idul Fitri
    Putus Gara-gara Si Dia Tak Suka Piala Dunia? Cek Dulu 6 Jurus Ini
    Kenapa Ketupat Harus Dibungkus Janur? Rahasianya Ada di Cahaya

    Puasa yang dilakukan secara rutin ternyata bukan hanya cocok untuk mereka yang ingin menjadi lebih sehat, namun juga dapat menjadi rahasia awet muda.

    Dokter ahli kecantikan dan anti aging Klinik Estetiderma Liza Widjaja menjelaskan berdasarkan penelitian terdapat beberapa teori penuaan misalnya calorie restriction theory.

    Pada penelitian sebelumnya, teori tersebut telah dibuktikan meskipun masih terbatas pada hewan.

    Saat berpuasa terdapat pembatasan kalori sekitar 20-40 persen dan dinilai berdampak pada kemampuan pembelahan sel. Dengan berpuasa sel dapat melakukan perbaikan, dan kemampuan pembelahan sel menjadi lebih panjang.

    “Saat berpuasa, makan dan aktivitas tubuh seseorang akan berkurang. Pada kondisi tersebut, energi yang berada dalam sel beristirahat. Kondisi itulah yang menyebabkan gen sirtuin 1 [gen anti-penuaan] ikut meningkat,” jelas Liza dikutip Sabtu 16 Juni 2018

    Meski begitu, lanjutnya, tidak hanya sekadar puasa ramadan teori tersebut diiperuntukan untuk puasa dalam jangka panjang untuk memberikan hasil yang maksimal. Pada intinya, seseorang diminta untuk tidak berlebihan mengkonsumsi makanan atau hingga kekenyangan.

    “[Puasa] sesekali tapi kontinyu. Misalnya, ada puasa Senin-Kamis. Itu juga berguna," tuturnya.

    Lebih dari itu, Liza juga menyarakan supaya lebih cermat dalam memilih makanan. Misalnya, dengan mengurangi asupan kalori, menghindari makanan yang digoreng, hingga menghindari karbohidrat sederhana.

    Dia menjelaskan gula dan karbohidrat sederhana akan memberikan efek glikasi karena dapat meningkatkan kadar Advance Glycation End Products (AGEs) meningkat. AGEs akan menumpuk di dalam tubuh dan tidak dapat dikeluarkan, kecuali dengan tetap aktif berolahraga.

    Kadar AGEs yang semakin tinggi akan berdampak pada kerusakan protein. Padahal, protein ada di semua organ tubuh.Hal itulah yang membuat tubuh mengalami penuaan lebih cepat.

    "Termasuk mata. Mata katarak, itu kolagen yang terglikasi. Jadi semua penyakit penuaan berhubungan dengan kerusakan protein yang ada di tubuh kita terus menerus," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.