Jadi Teman Setia, Awas Smartphone Anda Bisa jadi Sarang Bakteri

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pengemudi gojek sedang menggunakan aplikasi gojek pada smartphonenya ketika sedang menunggu panggilan dari penumpang di kawasan Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, 16 November 2015. TEMPO/Pius Erlangga

    Seorang pengemudi gojek sedang menggunakan aplikasi gojek pada smartphonenya ketika sedang menunggu panggilan dari penumpang di kawasan Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, 16 November 2015. TEMPO/Pius Erlangga

    TEMPO.CO, Jakarta - Smartphone sudah menjadi alat yang wajib dibawa seseorang ke mana pun. Tidak jarang kita melihat orang masih membawa smartphone ke bilik kamar kecil, atau saat makan, bahkan menjelang tidur. 

    Apakah Anda sudah merasa telepon pintar atau smartphone Anda bersih? Padahal mungkin saja smartphone Anda sudah menjadi rumah bakteri yang nantinya bisa membuat Anda sakit.

    Baca: CEO Tewas Akibat Ledakan Smartphone, Ini Penyebab Baterai Meledak

    Emily Toth Martin, asisten profesor epidemiologi di University of Michigan mengatakan kuman penyebab penyakit — termasuk jenis yang menyebabkan keracunan makanan, masuk angin dan infeksi lainnya. "Kuman bisa membuat Anda sakit jika masuk ke tubuh Anda," kata Philip Tierno, seorang profesor mikrobiologi klinis dan patologi di Langone School of Medicine, New York University seperti dilansir Time.

    Seorang penggemar bernama Chelsea Boyce (kiri) berselfie besama aktris Jennifer Lawrence yang menggunakan smartphone Samsung Galaxy Note 4 saat peluncuran film "The Hunger Games: Mockingjay - Part 1" di Los Angeles, California, 17 November 2014. Michael Buckner/Getty Images for Samsung

    Makhluk ini menempel ke tangan kemudian pindah ke makanan yang kita masukkan ke mulut, atau bisa juga menempel ke bagian tubuh lain misalnya jika Anda menyentuh telinga, lubang hidung atau istirahat di kulit Anda, seperti luka dan goresan. Smartphone adalah "kendaraan yang secara efektif dapat mentransfer organisme yang menular," kata Tierno.

    Baca: Ini Cara Mudah Perkuat Sinyal Smartphone Saat Lebaran

    Jadi seberapa sering Anda harus membersihkan ponsel Anda?
    Tergantung di mana Anda berada dan bagaimana Anda menangani perangkat. Jika Anda tidak pernah menggunakan smartphone saat makan, maka Anda tidak harus rajin membersihkan perangkat. Tetapi jika Anda cenderung menggunakan alat ini sepanjang waktu — termasuk saat makan — membersihkannya setiap hari dengan desinfektan adalah ide yang bagus. "Saya membersihkan milik saya dua kali sehari, satu kali di pagi hari dan satu kali di malam hari," kata Tierno.

    Pembersihan teratur dapat sangat bermanfaat jika Anda menggunakan penutup telepon karet. Bakteri cenderung lebih mudah melekat pada material itu daripada ke komponen logam, kaca, atau plastik keras ponsel.

    Jika Anda khawatir cairan pembersih akan merusak perangkat Anda, produsen smartphone menyarankan untuk mematikan ponsel sebelum membersihkannya sekaligus menghindari cairan masuk ke port pengisian perangkat atau bukaan lainnya.

    Baca: Susah Tidur? Coba 5 Aplikasi Ini, Dijamin Nyenyak

    Selain itu, sebaiknya jangan semprotkan disinfektan langsung ke perangkat, tetapi gunakanlah kain bersih atau tisu. "Saya sudah melakukan ini sejak lama, dan saya tidak pernah merusak ponsel saya," kata Tierno. Jika semua ini menyulitkan, ada solusi yang lebih sederhana yakni cucilah tangan sebelum makan dan tinggalkan ponsel di saku Anda saat makan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Ini Tanda-Tanda Anda Terjangkit Cacar Monyet

    Cacar monyet atau monkey pox merupakan penyakit yang berasal dari sisi Barat Afrika. Penyakit ini menular melalui monyet, tikus Gambia, dan tupai.