Sampah Menumpuk Setelah Lebaran? Waspadai Penyakit Ini

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi sampah. ANTARA/Lucky R

    Ilustrasi sampah. ANTARA/Lucky R

    TEMPO.CO, JakartaLebaran identik dengan berkumpul bersama anggota keluarga. Banyaknya anggota keluarga dan tamu yang hadir pastinya juga mengakibatkan sampah yang menumpuk. Sayangnya saat Lebaran ini para petugas kebersihan juga ikut libur. Akhirnya, sampah tidak bisa disingkirkan ke pembuangan besar dan bisa saja mengakibatkan berbagai penyakit.

    Baca: 5 Tips Tingkatkan Semangat Kerja Usai Liburan

    Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Ari Fahrial Syam mengatakan keadaan tersebut biasanya menyebabkan timbulnya penyakit karena banyak binatang-binatang yang membawa bibit penyakit.

    "Jika tidak diperhatikan dan tidak dicegah keberadaannya akan membawa dampak juga bagi kesehatan kita. Lalat jelas membawa berbagai penyakit infeksi usus baik yang hanya diare sampai yang berat seperti demam thypoid, " katanya hari ini Rabu 20 Juni 2018.

    Dia mengatakan tikus adalah faktor salah satu faktor terjadinya penyakit demam kuning atau leptospirosis. Nyamuk terutama yang berada sekitar rumah tentu akan menjadi sumber penyakit jika nyamuk tersebut merupakan nyamuk aedes aegypti yang membawa virus DHF.

    Baca: Aktivitas untuk Bakar Kalori Usai Libur Lebaran

    Karena itu Ari pun menyarankan agar masyarakat menjaga kebersihan di dalam dan luar rumah. "Memang saat ini tidak ada hujan (yang menjadi faktor hadirnya nyamuk penyebab demam berdarah) tetapi ketika ada genangan air bersih misal dari air buangan AC atau kulkas dan dispenser, " katanya.

    Dia mengatakan berbagai penyakit akibat adanya vektor yang tumbuh subur akibat lingkungan yang tidak bersih harus diantisipasi yaitu infeksi usus, demam typhoid, disentri, leptospirosis dan juga demam berdarah atau DHF.

    Menurutnya ketiadaan pembantu termasuk liburnya jasa katering umumnya menjadi masalah bagi para ibu rumah tangga yang kebetulan tidak pulang kampung. Mereka cenderung menyimpan makanan sebanyak-banyaknya di kulkas. Selain itu juga ada kecenderungan untuk menyimpan makanan di meja makan atau pada suhu kamar dalam waktu yang lama.

    Baca: 4 Kiat Beradaptasi Cara Makan Usai Lebaran

    "Pada saat dikomsumsi selanjutnya, jangan lupa untuk dipanaskan kembali. Pada saat penyimpanan harus tetap diperhatikan makanan yang matang jangan berdekatan dengan makanan yang mentah sehingga makanan yang matang tidak terkonsumsi dengan bakteri yang kebetulan hidup pada makanan yang mentah tersebut, "katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.